Produk UKM Indonesia potensial genjot ekspor

id UKM Ekspor, Kementerian Perdagangan,Kemendag Dorong Ekspor UKM,Ekspor UKM Malang,Dr. Erdi, M.Si,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara

Ilustrasi Produk Usaha Kecil Menengah. (ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan menilai bahwa produk-produk usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia memiliki potensi besar untuk menggenjot kinerja ekspor.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Marolop Nainggolan mengatakan bahwa potensi yang dimiliki oleh produk UKM untuk menggenjot ekspor cukup tinggi, akan tetapi banyak pelaku usaha kurang percaya diri.

"Peluang produk UKM untuk ekspor itu sangat besar, akan tetapi, UKM kita kurang percaya diri," kata Marolop dalam Workshop Perluasan Pangsa Produk Indonesia di Pasar Luar Negeri melalui Pemanfaatan e-commerce, di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu.

Dalam upaya meningkatkan rasa percaya percaya diri para pelaku UKM khususnya di Kota Malang, Kementerian Perdagangan bersama para pemangku kepentingan terkait memberikan pembekalan kepada pelaku usaha yang diharapkan mampu mendorong dan mengembangkan skala bisnis mereka.

Baca juga: Kemendag berharap pelaku UKM manfaatkan sektor "e-commerce"

Menurut Marolop, potensi produk UKM yang diyakini bisa menembus pasar ekspor antara lain adalah produk makanan minuman, kerajinan, dan lainnya. Khusus untuk produk makanan dan minuman, di Indonesia memiliki banyak potensi yang diminati oleh pasar luar negeri.

"Bagi masyarakat Kota Malang, tentu bisa merasakan bahwa geliat ekonomi dari UKM bisa diandalkan untuk masuk ke pasar luar negeri," ujar Marolop.

Sebagai catatan, pada 2019 Kementerian Perdagangan pada 2019 menargetkan kinerja ekspor mencapai 175 miliar dolar AS, atau tumbuh sebesar 7,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Target tersebut dipatok menurun jika dibandingkan target yang ditetapkan pada 2018.

Pada 2018 sendiri, dari target peningkatan ekspor yang ditetapkan sebesar 11 persen, hanya terealisasi atau mampu tumbuh di bawah target yakni sebesar 6,7 persen, akibat adanya faktor ketidakpastian perekonomian global.

"Target ekspor itu harus tercapai, potensi dari UKM ini cukup besar mengingat pada saat terjadi krisis, UKM dan UMKM menjadi penopang perekonomian kita," tutup Marolop.

Baca juga: Legislator: Ekonomi kreatif solusi bila sumber daya alam habis

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar