Gubernur Sumsel minta Festival Sriwijaya dievaluasi

id festival sriwijaya,evaluasi festival sriwijaya,gubernur sumsel,herman deru,budaya sumsel,gending sriwijaya

Gubernur Sumsel minta Festival Sriwijaya dievaluasi

Sejumlah penari membawakan Tarian Gending Sriwijaya pada pembukaan Festival Sriwijaya di Pelataran Benteng Kuto Besak Palembang, Sumsel, Minggu (16/6/2019). Festival Kebudayaan Sumatera Selatan ini sebagai agenda pariwisata nasional diselenggarakan 16-22 Juni 2019. (ANTARA News Sumsel/Feny Selly/I016/19)

Palembang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru minta kegiatan Festival Sriwijaya yang digelar setiap tahun dievaluasi agar pagelaran seni dan budaya itu semakin menarik.

"Sebab dengan semakin tertariknya masyarakat menyaksikan Festival Sriwijaya, maka wisatawan banyak yang berkunjung ke-Sumatera Selatan," katanya di Palembang, Selasa.

Oleh karena itu pagelaran Festival Sriwijaya perlu terus dikembangkan dan menggalipotensinya sehingga Sumsel semakin dikenal. Memang Festival Sriwijaya sudah menarik tepati masih perlu terus digali terutama masalah kebudayaan.

Dia mengatakan sebenarnya banyak hal yang dapat digali dari peninggalan masa lalu sekitar enam abad silam. Banyak jejak peninggalan yang telah ditemukan, tetapi jauh lebih banyak yang belum ketemu baik itu artefak maupun gagasan yang terpendam.

Menurut Herman Deru, dengan semakin banyak temuan akan semakin menegaskan Palembang sebagai ahli waris kerajaan besar Sriwijaya. Karena itu melalui festival ini dapat belajar dari masa lalu.

Belajar dari masa lalu bukan sebuah kemunduran, tapi sebagai penanda untuk meluruskan tujuan untuk maju ke depan.

Deru mengimbau dan mengajak semua pihak untuk maju bersama dalam keragaman budaya. Mari bersama-sama meningkatkan kegiatan festival sehingga kebudayaan Sumsel semakin dikenal.

"Intinya terus berbenah agar festival tersebut menjadi alasan orang datang ke Sumsel untuk berwisata, termasuk misalnya pembenahan Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya yang sangat bernilai sejarah," ujarnya.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar