Batik jumputan "Ngesanak" karya Suku Anak Dalam

id batik sad,suku anak dalam,pkk muratara,batik jumputan sad,komunitas adat terpencil

Ketua Tim Penggerak PKK Muratara Lia Mustika Syarif (tiga dari kiri) mengajarkan anak-anak dari Suku Anak Dalam membuat batik jumputan, Senin (27/5). (ANTARA News Sumsel/Rahmat Aizullah) (ANTARA News Sumsel/Rahmat Aizullah/I016/19))

....Motif batiknya bagus, hasilnya juga sudah bagus, nanti waktu ada pameran Dekranasda insya Allah batik jumputan "Ngasanak" karya anak-anak SAD ini akan diikutsertakan....
Muratara, Sumsel (ANTARA) - Anak-anak dari Komunitas Adat Terpencil yang mengenyam pendidikan di mess serbaguna Suku Anak Dalam (SAD) Dinas Sosial Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, kini mulai diajarkan berkarya.

"Selain pendidikan formal, mereka juga diberikan pelatihan membuat suatu karya bernilai jual, salah satunya membuat batik jumputan," kata Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Lia Mustika Syarif di Rupit, Senin.

Karya anak-anak SAD yang diberi label "Batik Jumputan Ngesanak Muratara" itu dibuat menggunakan teknik ecoprint dan dilatih oleh tenaga profesional dari Kota Palembang.

Batik jumputan tersebut dibuat menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan pewarna dari alam, seperti daun gambir/lanap, getah pohon mahoni, getah pohon jengkol, buah keduruk, pinang dan lain-lain.

Istri Bupati Muratara Syarif Hidayat itu menjelaskan motif dari batik jumputan sendiri diambil dari ornamen khas Kabupaten Muratara, yakni bunga teratai, mawar dan pakis.

Lia Syarif menginginkan ke depannya pelatihan membuat karya batik jumputan itu bisa memotivasi kaum ibu-ibu untuk membentuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar menambah pendapatan masyarakat.

"Terutama yang paling spesial adalah anak-anak dari mess SAD yang ikut serta dalam pelatihan ini, saya yakin mereka bisa menjadi anak-anak yang cerdas, Suku Anak Dalam bukan lagi suku yang tertinggal, tetapi mereka suku dengan kearifan lokal dan bisa berkarya untuk Muratara," katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel Febrita Lustia Herman Deru memberikan apresiasi tinggi kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten Muratara yang aktif dalam berbagai kegiatan, khususnya bidang pemberdayaan perempuan dan anak.

"Muratara ini memang hebat, walaupun kabupaten paling muda di Sumsel, tapi banyak inovasi dan sudah terlihat kemajuannya bahkan mampu bersaing dengan kabupaten kota yang lain," katanya.

Ia juga menyampaikan kekagumannya kepada anak-anak SAD yang semangat mengikuti pelatihan membatik tersebut sehingga menghasilkan suatu karya inovasi yang bernilai jual.

"Motif batiknya bagus, hasilnya juga sudah bagus, nanti waktu ada pameran Dekranasda insya Allah batik jumputan "Ngasanak" karya anak-anak SAD Kabupaten Muratara ini akan diikutsertakan," ujarnya.



 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar