Usaha rumah bongkar pasang di Palembang eksis

id rumah bongkar pasang,rumah kayu,berita sumsel,berita palembang,antara sumsel,antara palembang

Penjualan rumah bongkar pasang. (ANTARA)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Kagiatan usaha kerajinan pertukangan kayu pembuatan rumah bongkar pasang di Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan bisa bertahan atau eksis di tengah kehidupan modern sekarang ini.

Usaha yang awalnya ditekuni warga Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir kini berkembang ke Palembang karena peminatnya hingga kini masih cukup tinggi, kata Tri Gusmana salah seorang pengelola usaha kerajinan pertukangan kayu rumah bongkar pasang, di Palembang, Minggu.

Menurut dia, rumah kayu yang bisa dengan mudah dibongkar dan dipasang di lahan/lokasi yang diinginkan sekarang ini peminatnya tidak hanya masyarakat dari wilayah Sumsel saja.

Peminat rumah kayu dari sejumlah provinsi di Sumatera dan Jawa, bahkan ke Bali dan pernah beberapa kali dikirim ke luar negeri, katanya.

Dia menjelaskan mengenai harga jual rumah kayu bongkar pasang tersebut bervariasi tergantung bentuk, ukuran dan kualitas kayu yang digunakan.

Untuk rumah bongkar pasang ukuran 6 x 8 meter dengan satu kamar di hargai Rp70-80 juta per unit, sedangkan rumah ukuran 8 x 12 meter dengan tiga kamar dijual dengan harga Rp150-170 juta per unit.

Selain rumah tinggal, pihaknya juga melayani pembuatan gazebo kayu bongkar pasang sebagai tempat berkumpul/dantai di halaman depan dan belakang rumah utama.

Untuk penjualan gazebo ukuran 2,5 X 2,5 meter ditetapkan harga sekitar Rp6 juta per unit.

Kayu yang digunakan untuk membuat rumah dan gazebo jenis tembesu, meranti dan seru atau kayu kelas dua yang kualitasnya dijamin cukup baik dan tahan lama.

Bahan kayu untuk membuat rumah dan gazebo bongkar pasang itu didatangkan dari Kabupaten Ogan Komering Ulu dan Pampangan, Kabupaten Ogan Ilir.

Sedangkan bahan kayu jenis meranti diperoleh dari provinsi tetangga Jambi, kata pengelola usaha kerajinan pertukamgan kayu itu.
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar