OKI (ANTARA) - Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), menjadi salah satu lokasi pembangunan Program Sekolah Rakyat (SR) Tahap II sebagai upaya mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan dan pengentasan kemiskinan.
Gubernur Sumsel Herman Deru di OKI, Selasa, mengatakan Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
“Sekolah ini menjadi upaya konkret untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan,” katanya.
Ia menyebut Teluk Gelam dipilih karena kesiapan lahan dan sarana pendukung, serta memiliki nilai historis nasional. Pemerintah kabupaten (Pemkab) OKI diminta memastikan proses seleksi peserta didik tepat sasaran.
“Pemerintah daerah harus memastikan sekolah ini diisi oleh anak-anak yang benar-benar membutuhkan,” ujar Gubernur Herman Deru.
Pembangunan Sekolah Rakyat di OKI memanfaatkan lahan seluas sekitar 10 hektare dan seluruh persyaratan teknis telah terpenuhi.
Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Bisma mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat di Sumatera Selatan dilaksanakan di tiga daerah, yakni OKI, Ogan Ilir, dan Empat Lawang.
“Kualitas konstruksi dan kesiapan lahan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan pembangunan,” katanya.
Bupati OKI Muchendi Mahzareki menyampaikan terima kasih atas kepercayaan pemerintah pusat dan provinsi kepada Kabupaten OKI.
“Program ini diharapkan meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak keluarga prasejahtera di OKI,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumsel Ayu Juwita menyebutkan seluruh proses administratif pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Sumatera Selatan telah rampung.
“Pembangunan akan difokuskan pada penyediaan fasilitas belajar yang aman dan nyaman,” ucap dia.
Sekolah Rakyat kembali dibangun di Sumsel, kali ini di Kabupaten OKI
Gubernur Sumsel, Herman Deru saat peluncuran Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Selasa (23/12/2025). (ANTARA/HO-Pemprov Sumsel)
