Evan Dimas, metronom berbahaya meskio seret gol

id evan dimas,gol tunggal evan dimas,timnas,indonesia v mauritinus,laga persahabatan,piala aff

Evan Dimas (kiri) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Mauritius dalam partai persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (11/9). Indonesia berhasil menang dengan skor 1-0. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc/18.)

....Dari menit pertama hingga terakhir dialah yang menentukan permainan Indonesia dan menutup performa apiknya dengan gol....
Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Laga persahabatan internasional FIFA yang mempertemukan tim nasional sepak bola Indonesia dan Mauritius di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Selasa (11/9), tampaknya akan berakhir seri 0-0 setelah sampai menit ke-88 tidak ada gol tercipta.

Hasil imbang kacamata sudah terbayang di benak pelatih Mauritius Joaquim Francisco Filho, sampai akhirnya di menit ke-89 gelandang Indonesia berusia 23 tahun Evan Dimas membobol gawang timnya dan membawa Indonesia menang 1-0.
    
Melihat gol yang dilesakkan dengan memanfaatkan bola pantul itu, Joaquim sesaat kecewa karena menurut dia skuatnya membuat kesalahan sehingga gol itu tercipta.
    
Namun, pelatih asal Brazil itu tidak ingin menyalahkan tim sepenuhnya karena sang pencetak gol, Evan Dimas dinilainya memang pantas menyempurnakan performa gemilang di laga itu dengan gol.
    
"Dari menit pertama hingga terakhir dialah yang menentukan permainan Indonesia dan menutup performa apiknya dengan gol," ujar Joaquim usai pertandingan.
    
Evan Dimas Darmono memang tampil menonjol dalam laga tersebut. Berduet dengan Zulfiandi di sentra permainan Indonesia sejak menit pertama, pesepak bola kelahiran Surabaya, Jawa Timur, itu dengan lugas mengendalikan aliran bola ke para pemain Indonesia di seluruh penjuru lapangan.
    
Pemain klub Liga Super Malaysia Selangor FA tersebut hampir tidak pernah jauh dari bola. Dia menafsirkan tugasnya sebagai metronom yang mengatur tempo dengan cemerlang. Penempatan posisinya yang brilian mengantarkan Evan untuk menorehkan gol.
    
"Sebelum laga, saya sudah mengetahui bahwa Evan pemain yang sangat bagus," tutur Joaquim.
    
Nama Evan Dimas Darmono sendiri hampir selalu mengisi skuat tim nasional senior Indonesia sejak menjalani debut di tahun 2014. Kala itu, pelatih Alfred Riedl tertarik dengan performanya setelah membawa Indonesia menjuarai Piala U-19 AFF tahun 2013.
    
Namun, sejak berada di timnas senior, Evan Dimas seret gol jika dibandingkan dengan catatannya di timnas U-19 dalam rentang tahun 2013-2014 yang berhasil membuat total 20 gol.
    
Di timnas senior, Evan baru membuat total tiga gol termasuk gol ke gawang Mauritius. Dua gol lain dikoleksinya saat menghadapi Timor Leste dalam laga uji coba, November 2014 dan ketika menundukkan Laos dengan skor 5-1 di Grup A Piala AFF 2014.
    
Sedikitnya catatan gol Evan Dimas di timnas senior sebenarnya bisa dimaklumi. Sebab di sana posisi Evan ditarik lebih ke dalam, bukan lagi gelandang yang cenderung menyerang seperti timnas U-19.
    
Sebagai perbandingan, gelandang metronom top seperti Andrea Pirlo hanya mencetak 13 gol untuk timnas Italia dari 116 laga yang dilewatinya mulai pertama kali bergabung timnas senior Italia pada tahun 2002 sampai pensiun tahun 2017.
    
Setali tiga uang dengan Pirlo, Evan Dimas juga selalu mengisi pos pengatur serangan tim nasional. Di usianya yang baru 23 tahun, tentu masih banyak pengalaman yang bisa ditimba Evan dari berbagai pertandingan. 

Evan sendiri cukup rendah hati menerima perhatian dari pihak lain terkait penampilannya. Seperti yang ditunjukkannya usai membawa Indonesia menundukkan Mauritius.
    
"Saya bersyukur dengan kemenangan ini. Yang penting kami sebagai pemain tidak boleh terlalu berpuas diri karena Piala AFF 2018 semakin dekat," tutur Evan menanggapi golnya ke gawang Mauritius, sembari menyinggung Piala AFF 2018 yang digelar 8 November-15 Desember 2018. (T.M054) 



 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar