Calon haji diminta tidak lepas gelang identitas saat di Arab Saudi

id gelang haji,berita sumsel,berita palembang,berita antara,jamaah haji,haji indonesia,identitas jamaah haji

Dokumentasi- Petugas haji memasangkan gelang barcode di tangan salah satu calon jemaah haji. (ANTARA News Sumsel/Feny Selly/Ang)

Bengkulu (ANTARA News Sumsel) - Kementerian Agama Provinsi Bengkulu meminta para calon haji tidak melepas atau bahkan menghilangkan gelang penanda identitas diri guna mendukung kelancaran mereka menjalani rangkaian ibadah haji.

"Gelang ini terbuat bahan seperti kertas namun antiair dan cukup kuat, tidak akan rusak dan lepas kecuali digunting. Ini berisikan data lengkap jamaah, jadi jangan dilepas, walaupun mandi," kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Bengkulu Ramlan di Bengkulu, Minggu.

Untuk memberikan kenyamanan, setaip calon haji bisa merekatkan gelang sesuai keperluan, agar tidak terlalu longgar atau tidak terlalu erat di pergelangan tangan.

"Bukan hanya gelang 'bar code' (kode batang), tetapi juga gelang besi, paspor, dan perlengkapan administrasi lainnya juga harus melekat di badan," kata dia.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Bengkulu Rosyid Ridlo Prayogo mengimbau jamaah calon haji memahami penggunaan perlengkapan kesehatan yang telah dibagikan.

Perlengkapan yang diberikan kepada jamaah calon haji, antara lain masker, obat pereda nyeri, dan beberapa obat-obatan ringan lainnya.

"Silakan gunakan dengan benar dan jangan mengabaikan cuaca di Arab Saudi, sebab suhu maksimal bisa mencapai 51 derajat Celcius," katanya.

Jamaah calon haji dari Provinsi Bengkulu yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini meliputi lima kelompok terbang. Pada Minggu ini, penyelenggara memberangkatkan kelompok pertama yang tergabung dalam Kelompok Terbang 6 Embarkasi Sumatera Barat.

Sebanyak 391 calon haji kelompok pertama Bengkulu itu, berangkat ke Padang, Sumatera Barat, pada pukul 22.50 WIB dan selanjutnya diberangkatkan ke Tanah Suci, Mekkah, pada Senin (23/7), pukul 04.05 WIB
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar