Palembang, (ANTARA Sumsel) - Permintaan bahan dan kemeja batik siap pakai khas Kota Palembang, Sumatera Selatan dalam beberapa bulan terakhir mengalami penurunan drastis.
"Permintaan bahan dan pakaian jadi motif batik khas kota pempek mengalami penurunan hingga 50 persen, kondisi ini diharapkan tidak berlangsung lama," kata Melly, pedagang di pusat penjualan cendera mata kawasan pertokoan Ilir Barat Permai Palembang, Minggu.
Menurut dia, penjualan sekarang ini memasuki masa sulit, karena wisatawan nusantara maupun mancanegara yang biasanya banyak berkunjung membeli cendera mata akhir-akhir ini jarang terlihat.
Mungkin sekarang belum masanya orang melakukan kunjungan wisata, jadi wisatawan nusantara dan mancanegara tidak banyak berada di Bumi Sriwijaya ini.
Selain wisatawan, permintaan batik dan pakaian khas Palembang lainnya meningkat jika terdapat kegiatan rapat kerja, pertemuan ilmiah, seminar berskala nasional, serta kejuaraan olahraga tingkat nasional dan internasional.
Kegiatan yang dapat mendatangkan banyak orang itu diharapkan dalam waktu beberapa bulan ke depan sering digelar di daerah ini sehingga penjualan cendera mata kembali meningkat serta mendorong pengusaha dan pengerajian bergairah menjalankan usaha tersebut, katanya.
Dia menjelaskan, meskipun dalam kondisi pasaran sepi, pihaknya terus menyiapkan stok terutama barang-barang yang sering dicari pembeli.
Barang yang paling diminati atau paling sering dicari pembeli seperti batik motif jupri, motif kain tenun songket, dan kain jumputan sutra.
Mengenai harga jual, satu buah kemeja batik siap pakai ditawarkan Rp70.000 hingga Rp225.000 per buah, dan kain jumputan dijual dengan harga Rp175.000 per meter.
Sementara jika membeli cendera mata yang menggunakan bahan dasar dari kain tenun songket harganya cukup mahal yakni bisa mencapai Rp500.000 ke atas, katanya.
Sementara pedagang lainnya Renita mengatakan, batik Palembang ternyata tidak hanya diminati wisatawan mancanegara, tetapi wisatawan nusantara dari Pulau Jawa yang juga memiliki kerajinan tradisional tersebut menggemarinya, karena motifnya khas dan berbeda dengan batik dari daerah mereka.
Selain itu batik tersebut diminati karena motifnya lebih cerah dan khas seperti songket serta harganya cukup terjangkau/.
Selain membeli batik, wisatawan yang mengunjungi toko menyediakan berbagai macam cendera mata kerajinan khas Palembang itu, juga masih cukup banyak yang membeli kain tenun songket dan jumputan untuk dibawa ke daerah atau negara asalnya.
Melihat Kota Palembang sering menjadi tempat berlangsungnya kegiatan berskala nasional dan ineternasional bahkan akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018, kondisi sepi sekarang ini akan segera berakhir dan penjualan cendera mata khas daerah ini akan kembali meningkat, ujar pedagang itu pula.
