Bulog serap gabah petani OKU Timur

id Panen padi, petani OKU Timur, gabah beras, kebutuhan pangan, Perum Bulog OKU

Bulog serap gabah petani OKU Timur

Bulog menyerap gabah hasil panen petani di Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan. ANTARA/Edo Purmana

Ogan Komering Ulu, Sumsel (ANTARA) - Perum Bulog Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, mulai menyerap gabah petani di Kabupaten OKU Timur yang sudah memasuki musim panen.

Kepala Perum Bulog OKU Junirman di Baturaja, Sabtu, mengatakan bahwa penyerapan ini sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan menjamin ketersediaan cadangan pangan pemerintah.

"Penyerapan dilakukan pada gabah yang telah dipanen para petani," katanya.

Dia mengatakan penyerapan gabah hasil panen petani tahun 2026 tersebut dilakukan di tiga kabupaten meliputi OKU, OKU Timur dan OKU Selatan.

Bulog melakukan penyerapan dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) di tingkat petani sebesar Rp6.500/kg untuk GKP, sedangkan harga beli beras Rp12.000/kg.

Dalam proses penyerapan, pihaknya membentuk tim guna turun langsung ke lapangan untuk menyerap gabah di tingkat petani dan tempat penggilingan di wilayah itu.

Pihaknya juga menyiagakan posko pemantau meliputi di Kantor Bulog OKU dan empat gudang di wilayah Kabupaten OKU Timur guna mengetahui daerah mana saja yang berpotensi melaksanakan panen raya untuk diserap hasil panennya.

Bahkan, Bulog menggandeng TNI Kodim 0403 untuk menginformasikan daerah mana saja yang mendekati masa panen sekaligus mengedukasi petani agar melakukan panen tepat waktu.

Menurut dia, sejauh ini OKU Timur masih menjadi salah satu daerah penyumbang beras terbesar di Sumsel dengan hasil panen berlimpah.

Berdasarkan data sepanjang tahun 2025, Perum Bulog OKU mencatat menyerap sebanyak 18.167 ton hasil panen petani di daerah tersebut.

"Sebagian besar gabah yang diserap ini dari hasil panen petani di Kabupaten OKU Timur," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.