Pemkab OKU Selatan perbaiki jembatan putus penghubung antardesa

id Jembatan putus, jembatan gantung, konektivitas masyarakat, pembangunan jembatan, Pemkab OKU Selatan

Pemkab OKU Selatan perbaiki jembatan putus penghubung antardesa

Bupati OKU Selatan Abusama meninjau jembatan putus. ANTARA/HO-Diskominfo OKU Selatan

Muaradua (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, mempercepat perbaikan jembatan gantung penghubung antardesa di Desa Campang Jaya, Kecamatan Kisam Ilir yang putus lantaran sudah lapuk termakan usia.

"Pemkab OKU Selatan akan segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat guna mempercepat penanganan, termasuk pembangunan kembali jembatan yang aman dan layak untuk warga," kata Bupati OKU Selatan Abusama di Muaradua, Minggu.

Sebelumnya, jembatan penyeberangan masyarakat di desa itu putus karena faktor usia pada Rabu (28/1) sekitar pukul 22.00 WIB.

Insiden tersebut menyebabkan sembilan orang mengalami luka berat setelah terjatuh dari jembatan yang tiba-tiba putus saat dilintasi warga.

"Kami memastikan korban mendapat penanganan medis maksimal serta menyiapkan langkah darurat agar akses masyarakat tidak terputus terlalu lama," tegasnya.

Menurut Bupati, jembatan gantung tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat di dua desa yaitu Desa Campang Jaya, Kecamatan Kisam Ilir, dengan Desa Anugrah Kemu, Kecamatan Pulau Beringin.

Oleh sebab itu, Bupati memerintahkan OPD terkait untuk segera melakukan kajian teknis serta menyiapkan langkah konkret, baik penanganan sementara maupun pembangunan jembatan permanen.

"Dalam waktu dekat harus ada tindakan baik penanganan sementara maupun pembangunan jembatan permanen agar aktivitas masyarakat kembali normal," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan, serta mematuhi arahan petugas selama proses penanganan dan pemulihan berlangsung.

"Karena keselamatan warga menjadi prioritas utama, baik dalam penanganan korban maupun pemulihan aktivitas masyarakat," tegas dia.

Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.