Logo Header Antaranews Sumsel

Sebanyak 4.000 hektare sawah di Sumsel siap panen meski terdampak banjir

Kamis, 15 Januari 2026 19:13 WIB
Image Print
Kepala DPTPH Sumsel, Bambang Pramono. ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri

Palembang (ANTARA) - Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Sumatera Selatan memastikan sekitar 4.000 hektare sawah yang telah memasuki fase siap panen masih dalam kondisi aman meskipun ribuan hektare lahan pertanian di wilayah itu terdampak banjir.

Kepala DPTPH Sumsel Bambang Pramono di Palembang, Kamis, mengatakan genangan banjir akibat cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir merendam sekitar 8.000 hektare lahan pertanian di sejumlah daerah, terutama di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

“Namun dari luasan tersebut, sekitar 4.000 hektare merupakan tanaman padi yang sudah mendekati masa panen dan saat ini masih aman,” katanya.

Ia menjelaskan tanaman padi yang telah memasuki fase generatif atau menjelang panen relatif lebih tahan terhadap genangan air dibandingkan tanaman yang masih berada pada fase awal tanam.

Sedangkan, sekitar 3.995 hektare lahan lainnya mengalami kerusakan cukup serius karena tanaman padi masih berumur muda sehingga berpotensi menurunkan hasil panen.

“Tanaman yang masih muda memang tidak kuat terhadap genangan air yang berlangsung lama,” jelasnya.

Sebagai langkah penanganan, pihaknya akan segera menyalurkan bantuan benih kepada petani terdampak agar lahan yang rusak dapat kembali ditanami.

“Kami akan mempercepat pemberian bantuan benih agar petani bisa segera melakukan tanam ulang,” ujarnya.

Meski terdampak banjir, DPTPH Sumsel tetap menargetkan peningkatan produksi pertanian sebesar lima persen pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya dengan menjaga luas panen serta mengoptimalkan intensifikasi lahan.

“Harapannya, produksi pertanian tetap terjaga dan target peningkatan produksi pada 2026 bisa tercapai,” kata Bambang.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026