
Sebanyak 3.995 hektare sawah rusak di Sumsel akibat banjir

Palembang (ANTARA) - Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (Dintan TPH) Sumatera Selatan mendata 3.995 hektare sawah di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur dan Ogan Komering Ilir (OKI) mengalami kerusakan parah akibat banjir dalam pekan kedua Januari 2026.
"Sawah di dua kabupaten itu terendam banjir sekitar 8.000 hektare (ha), namun yang rusak parah 3.995 ha karena tanaman masih berada pada fase awal tanam sehingga tidak mampu bertahan dari genangan air," kata Kepala Dintan TPH Sumsel Bambang Pramono di Palembang, Kamis.
Untuk mengatasi masalah petani yang sawahnya mengalami kerusakan parah atau tanaman padinya tidak bisa diselamatkan lagi, pihaknya menyiapkan bantuan benih.
"Bantuan benih itu mulai disiapkan, jika kondisi lahan sudah dinyatakan aman dari banjir, segera didistribusikan agar petani dapat kembali melakukan penanaman," ujarnya.
Untuk lahan sawah yang terendam banjir lainnya sekitar 4.000 ha, kata masih berpotensi diselamatkan karena dalam kondisi siap panen.
Dengan melihat kondisi sawah yang mengalami banjir tersebut masih bisa diselamatkan, katanya, untuk sementara ini belum ada laporan tanaman padi yang mengalami gagal panen (puso).
"Kami akan terus melakukan pemantauan sawah yang terdampak banjir dan menyiapkan berbagai program yang dapat membantu petani untuk terus meningkatkan produksi padi," katanya.
Mengenai peningkatan produksi padi pada 2026, pihaknya menargetkan menambah produksi sekitar satu juta ton gabah kering giling (GKG).
Ia optimistis peningkatan produksi padi tersebut bisa dicapai karena saat ini sedang berjalan program cetak sawah baru dan optimalisasi lahan.
"Kemudian didukung data dalam lima tahun terakhir, produksi dari lahan sekitar 500 ribu ha terus bergerak naik mulai 2,7 juta ton kini mencapai di atas tiga juta ton GKG," demikian Bambang.
Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
