Produksi batu bara Sumsel capai 120,74 juta ton sepanjang 2025

id Sumsel,Produksi batu bara,Dinas ESDM,Cadangan batu bara

Produksi batu bara Sumsel capai 120,74 juta ton sepanjang 2025

Sejumlah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc)

Palembang (ANTARA) - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Selatan mencatat produksi batu bara di wilayah itu mencapai 120,74 juta ton sepanjang 2025.

Kepala Bidang Teknik dan Penerimaan Mineral Batubara Dinas ESDM Sumsel Armaya Sentanu Pasek di Palembang, Selasa, mengatakan angka itu belum memenuhi target yang ditetapkan sebesar 164,27 juta ton dengan selisih minus 43,43 juta ton.

Meski tidak mencapai target, realisasi produksi tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 113,29 juta ton. Capaian ini juga menandai konsistensi produksi Sumsel yang telah melampaui 100 juta ton sejak 2023.

“Untuk tahun ini target rencana produksi 2026 sebesar 156,01 juta ton,” katanya.

Namun, target tersebut masih bersifat rencana dan belum ditetapkan secara resmi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) oleh Kementerian ESDM.

Wilayah dengan produksi batu bara terbesar di Sumsel adalah Kabupaten Muara Enim, disusul Kabupaten Lahat, Musi Banyuasin, dan Ogan Komering Ulu (OKU). Sementara daerah lain seperti Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Rawas Utara (Muratara), dan Banyuasin juga menunjukkan peningkatan produksi yang cukup signifikan.

Peningkatan produksi tersebut didorong oleh aktivitas pertambangan yang terus berjalan serta optimalisasi izin usaha pertambangan (IUP).

“Saat ini terdapat sekitar 122 IUP tambang batu bara yang aktif di Sumsel,” ujarnya.

Selain itu, cadangan batu bara di Sumsel diperkirakan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan produksi hingga sekitar 100 tahun ke depan apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan, kata Armaya.

Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.