Mengenali perbedaan penyakit lupus dengan alergi hingga gejalanya

id Lupus,Autoimun,Dokter kulit, berita Palembang, berita Sumsel

Mengenali perbedaan penyakit lupus dengan alergi hingga gejalanya

Ilustrasi orang dengan lupus (ANTARA/freepik.com)

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi RSUI, Dr. dr. Alvina Widhani, Sp.PD-KAI menjelaskan perbedaan antara alergi dan lupus yang sering sulit dibedakan oleh masyarakat awam.

“Jadi autoimun itu terjadi ketika sistem kekebalan tubuh kita bereaksi berlebihan terhadap sel tubuh sendiri. Beda dengan alergi. Kalau alergi itu, kekebalan tubuh kita itu bereaksi berlebihan terhadap target dari luar. Misalnya terhadap debu, obat, atau makanan,” jelas Alvina saat diskusi daring “Kenali Lupus, Dukung dan Sayangi Odapus”, Kamis (11/5).

“Kalau autoimun itu menyerang sel tubuh sendiri. Pada penyakit autoimun itu, tubuh kita responsnya tidak bisa mengenali. Jadi sel-sel tubuh yang harusnya dianggap sebagai kawan yang tidak boleh dihancurkan malah kemudian diserang. Padahal kan respons kekebalan tubuh kita tujuannya adalah menghadapi patogen dari luar kayak bakteri atau virus. Tapi ini malah dia salah mengenali. Karena fungsinya tidak normal sehingga menimbulkan kerusakan di berbagai organ sesuai dengan penyakit autoimunnya,” tambahnya.

Lebih dalam, Alvina juga menjelaskan bahwa lupus merupakan salah satu jenis dari penyakit autoimun yang menimbulkan gejala pada beberapa bagian tubuh. Lupus sangat bervariasi sehingga antara odapus (pengidap lupus) dengan odapus lainnya bisa memiliki gejala yang berbeda.

“Jadi ada yang ringan, ada juga yang sejak awal sudah berat. Gejalanya ini bisa juga menyerupai penyebab yang lain. Jadi satu gejala itu tidak hanya disebabkan oleh lupus tapi juga bisa disebabkan oleh penyakit lain. Sehingga seringkali mungkin terlambat dikenali atau seringkali kita sulit untuk mendiagnosis dengan pasti. Jadi membutuhkan tata laksana dan diagnosis yang lebih pas,” kata Alvina.