Kisah dua sahabat bangun perusahaan logistik berbasis digital

id anak muda bangun perusahaan,perusahaan logistik,perusahaan berbasis digital,onderliveri Oleh Lifia Mawaddah Putri

Kisah dua sahabat bangun perusahaan logistik berbasis digital

Acara peluncuran ONDELIVERY yang dihadiri oleh pendiri-pendirinya (ANTARA/Lifia Mawaddah Putri)

Kami mulai dari anak-anak muda yang berpatungan. Jadi kami patungan untuk membuat satu perusahaan kecil. Dulu kantor kami itu hanya di ruko. Jadi kami dari kocek sendiri buat perusahaan, sama-sama membantu, dari modal sangat minim sekali
Jakarta (ANTARA) - Memiliki perusahaan sendiri merupakan impian bagi banyak anak muda di Indonesia. Namun tentunya, hal tersebut bukanlah impian yang dengan mudah dapat dicapai. Kendati demikian, Robin bersama Harun dan kolega lainnya berhasil membuktikan bahwa impian dapat diwujudkan dengan kekompakan dan kerja keras.

Seperti yang dikisahkan oleh Robin, founder dari PT Ondel Teknologi Indonesia bahwa perusahaan tersebut awalnya didirikan olehnya bersama dengan teman-temannya. Namun pada saat itu, mereka belum memiliki investor untuk dapat memodali mereka memulai sebuah usaha jasa pengiriman.

Akhirnya, karena tekad yang kuat, Robin dan teman-temannya yang lain pun saling bersatu untuk dapat bersama-sama memulai sebuah perusahaan. Selain menyatukan kemampuan masing-masing di bidangnya, mereka juga saling berpatungan untuk mendanai perusahaan yang akan mereka buat.

"Kami mulai dari anak-anak muda yang berpatungan. Jadi kami patungan untuk membuat satu perusahaan kecil. Dulu kantor kami itu hanya di ruko. Jadi kami dari kocek sendiri buat perusahaan, sama-sama membantu, dari modal sangat minim sekali," kata Robin, Rabu.

"Kita ini dari latar belakang yang berbeda. Dari latar pendidikan yang berbeda juga. Tapi kita punya satu tujuan yaitu bagaimana kita bisa berkontribusi ke bangsa dan negara meskipun kita di usia yang masih muda," imbuhnya.

Seiring berjalannya waktu, dengan usaha keras yang dilakukan oleh Robin dan teman-temannya, mereka pun akhirnya mendapatkan investor dari perusahaan-perusahaan besar. Akan tetapi, mereka tak sembarang menerima investor. Robin mengatakan bahwa mereka menerima investor yang memiliki visi yang sama dengan perusahaannya.

"Lalu kemudian puji syukur banyak investor dari perusahaan-perusahaan besar yang saya nggak bisa sebut satu per satu. Itu mereka memang berniat investasi. Tapi kembali lagi, kami menerima investor yang sejalan dengan visi kami," ujar Robin.

Lebih lanjut dia menceritakan, alasan dirinya dan teman-temannya mendirikan perusahaan jasa kirim karena mereka memandang bahwa tantangan yang hingga kini masih dirasakan oleh masyarakat Indonesia adalah jasa pengiriman. Sebab, Indonesia adalah negara kepulauan. Sehingga, pengiriman barang merupakan tantangan besar yang dihadapi oleh masyarakat.

"Jadi kita lihat tantangan yang pertama adalah problem dari pengiriman di Indonesia. Karena kan negara kepulauan, jadi untuk pengiriman itu sangat challenging. Karena di pulau. Banyak ribuan pulau. Dan kita lihat itu tantangan yang kita harus jawab," papar Robin.

Kendati demikian, Robin tak ingin hanya membuat jasa pengiriman biasa. Dia dan teman-temannya pun ingin menghadirkan sebuah kemudahan dalam pengiriman barang bagi masyarakat. Oleh sebab itu, di era digitalisasi sekarang ini, Ondelivery dapat digunakan dengan mudah melalui aplikasi On Apps.

"Kita menggabungkan dari kerja keras, juga kemampuan dalam membuat satu sistem serta satu apps. Itu kan jadi sebuah kolaborasi antar anak muda untuk tujuan on delivery memiliki dampak bagi Indonesia," tutur Robin.

Dalam pembuatan aplikasi untuk Ondelivery, Robin pun kemudian bekerja sama dengan Harun, temannya, yang merupakan lulusan dari salah satu universitas di China.

Bagi Harun sendiri, pulang ke Indonesia untuk memajukan Tanah Air merupakan tujuan dan impian dari dirinya. Oleh sebab itu, Harun pun berusaha mengembangkan sebuah aplikasi untuk Ondelivery yang akan memudahkan para pengguna untuk mengirim barang, terutama para pegiat UMKM.

"Kita-kita ada beberapa yang dari luar negeri. Jadi kita sepakat gimana Indonesia nggak tertinggal, harus maju. Saya pribadi kan dari China, kalau misalnya lihat logistik China daratan itu luar biasa. Jadi gimana caranya biar saya sudah belajar di negeri orang, saya balik ke Indonesia, bawa ilmunya dan coba terapkan di sini," kata Harun.

"Kita melihat jasa delivery ini sangat urgent saat ini yang dibutuhkan sama masyarakat. Yang tadi menjawab soal harga dan ketepatan waktu. Di situ kita akhirnya 'Oke kita kerjakan ini dulu' gitu," timpal Robin.

Tak hanya berhenti sampai di sini, Robin dan kawan-kawannya juga sedang dalam proses untuk mengembangkan lagi produk maupun aplikasi untuk semakin memudahkan masyarakat terutama pedagang yang ingin beralih ke digital.

"Nanti kita juga akan luncurkan juga unit usaha lain yang nyambung dengan usaha Ondelivery. Mungkin akan kita kasih kisi-kisi di grand launching ya. Kita akan ada peluncuran apps atau produk berbeda, tapi melengkapi," ujar Robin.

"Target kita di 2022 ini kita akan meng-cover seluruh Jawa dengan Armada sendiri ya. Kita juga berharap di tahun ini kita membuka 300 outlet di seluruh Jawa. Jadi, 300 outlet ini diharapkan dapat mempermudah proses pengiriman barang," tutupnya.

PT Ondel Teknologi Indonesia merupakan sebuah perusahaan start-up berbasis teknologi karya anak bangsa yang bergerak di bidang jasa pengiriman barang dan logistik. Sejauh ini, Ondelivery yang berkantor pusat di Kelapa Gading, Jakarta Utara, memiliki layanan yang beragam seperti same-day, service, next day service, regular service, cash on delivery, cargo service, dan frozen food service.

Editor: Alviansyah Pasaribu

COPYRIGHT © ANTARA 2022

 

Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2022