Dinkes Sumsel distribusikan lagi vaksin ke setiap kabupaten kota

id Vaksinasi tenaga kesehatan,Vaksin boster nakes sumsel,covid, berita sumsel, berita palembang, antara palembang

Dinkes Sumsel distribusikan lagi vaksin ke  setiap kabupaten kota

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan lakukan pendistribusian vaksin COVID-19 alokasi pekan keempat Juli 2021 dari Kementerian Kesehatan ke setiap 17 kabupaten/kota, Selasa. (ANTARA/M RIEZKO BIMA ELKO P/21)

Sumatera Selatan (ANTARA) - Dinkes Sumatera Selatan siap distribusikan lagi vaksin COVID-19 dari Kementerian Kesehatan ke 17 kabupaten/kota, Selasa, termasuk vaksin Moderna untuk tenaga kesehatan.

Kementerian Kesehatan mengalokasikan vaksin untuk Sumatera Selatan dengan jumlah 3.190 vial vaksin Moderna, 15.000 vial vaksin Corovax, 240 vial vaksin AstraZeneca dan 6.390 vial vaksin Sinovac Biofarm.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Ferry Yanuar di Palembang, Selasa, mengatakan kiriman vaksin COVID-19 tersebut saat ini disimpan di gudang vaksin dan sedang menunggu dinas kesehatan kabupaten kota untuk mengambilnya.

"Vial vaksin tiba secara keseluruhan pada Senin (2/8) lalu sudah bisa diambil oleh dinas kesehatan dari kabupaten/kota," kata dia.

Menurutnya, kiriman vaksin tersebut untuk melanjutkan skema vaksinasi dosis kedua terhadap masyarakat dan dosis ketiga untuk tenaga kesehatan.

"Vaksin Corovax untuk dosis kedua masyarakat umum (pelayan publik, pra lansia, lansia, anak usia remaja) dan vaksin Moderna sebagai booster vaksin ketiga tenaga kesehatan," ujarnya.

Bagi daerah yang sudah menerima vial vaksin tersebut sudah bisa melakukan penyuntikan untuk melanjutkan skema vaksinasi yang tertunda lantaran beberapa bulan lalu setiap daerah kehabisan stok vaksin.

"Kalau sudah menerima vaksin semestinya sudah bisa lakukan penyuntikan sesuai kebutuhan masing-masing daftar penerima setiap daerah," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Lesty Nurainy mengatakan tenaga kesehatan sebagai garda terdepan yang berhadapan langsung dengan pasien COVID-19 membutuhkan imunitas yang kuat apalagi saat ini ada banyak macam COVID-19 varian baru dengan penularan tinggi.

“Melihat risiko penularannya besar, jadi imunitas tenaga kesehatan harus diperkuat,” ujarnya.

Vaksin tersebut diproyeksikan kepada 53.900 atau 98 persen tenaga kesehatan yang sudah mendapatkan dosis kedua. “Tapi masih menunggu instruksi Kemenkes untuk penyuntikannya,” ucapnya.

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar