Palembang galakkan penebaran benih ikan di Sungai Musi

id tebar benih ikan, pemkot palembang galakkan penebaran benih ikan, benih ikan jensi langka disebar di sungai musi, peneba

Palembang galakkan penebaran benih ikan di Sungai Musi

Sungai Musi Palembang. (ANTARA/Yudi Abdullah/21)

Palembang (ANTARA) - Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda berupaya menggalakkan kegiatan penebaran benih ikan di Sungai Musi sebagai salah satu upaya pelestarian dan meningkatkan produksi ikan di Bumi Sriwijaya itu.

Kegiatan penebaran benih ikan tidak hanya dilakukan oleh Pemkot Palembang, tetapi digalakkan bersama sejumlah tokoh masyarakat, pemuda dan komunitas, kata Fitrianti di Palembang, Selasa

Dalam beberapa bulan terakhir, pihaknya telah melakukan kegiatan penebaran berbagai jenis benih ikan di perairan Sungai Musi dan danau. bersama tokoh pemuda, masyarakatm dan sejumlah komunitas.

Kegiatan penebaran benih ikan tersebut akan lebih digalakkan dengan melibatkan berbagai pihak dan elemen masyarakat sehingga lebih banyak lagi yang terlibat menjaga kelestarian dan peningkatan produksi ikan di perairan dalam kota yang dikenal dengan makanan khas pempek itu.

"Kegiatan penebaran benih ikan terutama yang jenisnya tergolong langka pada tahun-tahun berikutnya diupayakan lebih gencar lagi sebagai upaya pencegahan dari kepunahan dan meningkatkan produksi ikan untuk memenuhi kebutuhan warga kota setempat," ujarnya.

Dengan kegiatan penebaran benih ikan langka diharapkan beberapa jenis ikan di provinsi ini yang terancam punah bisa terus ada dan berkembang secara alami.

Selain sebagai upaya pelestarian sejumlah jenis ikan yang mulai jarang atau sulit ditemukan seperti ikan belida dan jelawat, kegiatan penebaran benih (restocking) dilakukan juga untuk merehabilitasi lingkungan perairan umum.

"Benih ikan yang ditebar tersebut diharapkan bisa tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai dengan harapan bersama sehingga warga kota ini bisa terus mengonsumsi ikan terutama beberapa jenis yang mulai jarang ditemukan di pasaran," ujar wawako.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar