Riset UI: Kontribusi Gojek untuk Perekonomian Palembang capai Rp4,6 triliun

id gojek,umkm,digital ekonomi,riset,riset ui

Riset UI: Kontribusi Gojek untuk Perekonomian Palembang capai Rp4,6 triliun

Salah seorang mitra memakai jaket berlogo baru Gojek saat diperkenalkan di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (3/8/2019). (ANTARA FOTO/Septianda Perdana/ama.)

Palembang (ANTARA) - Hasil riset Lembaga Demografi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia menunjukan Gojek berkontribusi pada perekonomian Kota Palembang hingga Rp4,6 triliun.

Wakil Kepala Lembaga Demografi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) DR Paksi CK Walandouw, dalam siaran pers, Rabu, mengatakan penelitian ini dilakukan sebelum pandemi corona virus disease (COVID-19) menggunakan dua metode.

Metode pertama menilaikontribusi mitra Gojek pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) secara keseluruhan pada perekonomian kota pempek mencapai Rp4,6 triliun.

Sedangkan metode kedua untuk mengetahui nilai tambah ke perekonomian Palembang dari selisih pendapatan mitra sebelum dan sesudah bergabung dalam ekosistem Gojek kontribusi terhadap perekonomian Palembang yang ternyata mencapai Rp5,7 triliun.

Ia menjelaskan, ekosistem Gojek juga menggerakkan nilai tambah dari seluruh sektor perekonomian atau Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) hingga 3 persen pada 2019 di Kota Palembang.

Berdasarkan hasil penelitian, Paski mengungkapkan terjadi kenaikan omzet pelaku usaha atau usaha mikro kecil menengah (UMKM) sampai 30 persen sejak bergabung dalam layanan GoFood.

Sedangkan GoSend meningkat 41 persen, dan omzet UMKM GoPay meningkat 17 persen. Selain itu, 100 persen UMKM GoFood juga mengalami peningkatan volume transaksi dan 94 persen dari mereka mendapatkan pelanggan baru yang berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi secara langsung, ujar dia.

Menurut Paski kehadiran Gojek juga telah berhasil mendongkrak omzet pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di luar ekosistem Gojek, seperti penyedia bahan baku di pasar dan bengkel kendaraan menjadi 65 persen.

Meskipun UMKM tidak langsung terdaftar dalam ekosistem Gojek, tetapi mereka juga menerima dampak positif langsung dari kehadiran aplikasi besutan anak bangsa di Kota Palembang, kata dia.

Digitalisasi Ekonomi ala Gojek

Eksistensi aplikasi yang diawali dengan melayani jasa transportasi ini, dan kini telah terbentuk eksosistem hingga beragam layanan, seperti GoFood dan Gosend memang kini sudah tidak bisa lagi dikesampingkan masyarakat karena kehadirannya sangat berguna.

Apalagi, di era pandemi ini peran ekonomi digital menjadi bagian paling penting dan telah jadi gaya hidup mayoritas masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi UMKM, saat ini juga tidak lepas dari sistem digital karena itu, Paski menyebutkan peran penting Gojek yang selama ini berhasil mendorong pertumbuhan pelaku UMKM. Dimana terlibat aktif dalam mempercepat digitalisasi UMKM dan inklusi keuangan sangat patut untuk diapresiasi.

Ia mencontohnya, seperti ditunjukkan data penelitian bahwa GoFood, juga mengantarkan UMKM untuk pertama kalinya mempunyai bisnis digital (96 persen) dan menggunakan pembayaran non-tunai (90 persen).

Sedangkan, sejak bergabung dengan Gojek, 46 persen mitra GoRide dan 47 persen GoCar rutin menabung, imbuhnya.

Peneliti LD FEB UI, Alfindra Primaldhi mengungkapkan walaupun 83 persen mitra driver merasa khawatir adanya COVID-19, lebih dari sepertiga mitra driver (40 persen) menunjukkan bahwa mereka tetap peduli dengan memberikan bantuan sosial kepada keluarga, masyarakat yang membutuhkan, lembaga keagamaan, dan kepada sesama mitra Gojek.

Selain itu, mayoritas mitra driver tetap optimistis bahwa dengan meneruskan kemitraan dengan Gojek akan membuat penghasilan mereka kembali seperti sebelum pandemi (72 persen), dan mereka akan tetap bisa memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya (77 persen). Hubungan yang baik dengan Gojek juga tercermin dengan 90 persen mitra driver yang menyatakan akan seterusnya melanjutkan kemitraan dengan Gojek.

Lalu, hasil riset nasional tahun 2019 juga menunjukkan sebelum pandemi, mitra Gojek dari lima layanan (GoFood, GoPay, GoSend, GoCar dan GoRide) berkontribusi sebesar Rp104,6 triliun pada ekonomi Indonesia di 2019. Bila menggunakan metode perhitungan pendapatan domestik bruto (PDB), nilai produksi di ekosistem digital Gojek selama tahun 2019 setara dengan 1 persen PDB nasional Indonesia.

Riset LD FEB UI ini dilakukan di Jabodetabek, Medan, Palembang, Bandung, Jogja, Semarang, Surabaya, Bali, Makassar. Dengan menggunakan metode kuantitatif melalui wawancara tatap muka untuk melihat kontribusi Gojek di tahun 2019 (Kota Palembang, N = 651). Sedangkan untuk riset di masa pandemi COVID-19 dilakukan melalui survei online di wilayah yang sama pada bulan Mei-Juli 2020 (Kota Palembang, N = 3624).

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar