Istri terjebak 'lockdown' di Prancis, aktor ini obati rindu melalui video call

id Ario Bayu,terpisah istri,istri ario terjebak karantina,lockdown prancis,covid-19,corona,aktor ario bayu

Istri terjebak 'lockdown' di Prancis, aktor ini obati rindu melalui video call

FILM 22 MENIT Salah satu aktor pemeran dalam film 22 Menit, Ario Bayu, berpose saat melakukan kunjungan ke Kantor Berita Antara, di Museum dan Galeri Foto Jurnalistik Antara, Jakarta, Kamis (5/7). Kunjungan tersebut dalam rangka mempromosikan film 22 Menit yang terinspirasi dari kejadian bom Thamrin. ANTARA FOTO/Ismar Patrizki/ama/18

Jakarta (ANTARA) - Aktor Ario Bayu harus jalani bulan Ramadhan tahun ini terpisah dengan sang istri yang kini berada di Prancis.

Ario mengungkapkan sang istri terjebak kebijakan karantina wilayah atau lockdown yang diterapkan di Prancis akibat wabah virus corona yang melanda.

"Sedang terjebak lockdown untuk aktivitas penerbangan antar negara kan semua di tutup," kata Ario Bayu di Jakarta, Selasa (28/4).

Ario menjelaskan bahwa sang istri berencana datang ke Indonesia sebelum ada wabah virus corona. Namun sayang keinginan tersebut terpaksa tak terwujud.

"Waktu itu bulan Februari sudah merencanakan untuk dia ke sini karena sebelumnya saya yang ke sana sebelum ada proyek di Malaysia dua bulan itu saya sempat ke sana jadi istilahnya giliran dia ke sini," ujarnya.

"Eh pas dia mau ke sini enggak ada seminggu udah mau beli tiket segala macem tiba-tiba ada pengumuman global bahwa dari WHO ada pandemi ini yang bakal menyelimuti satu bumi. Ya udah langsung itu setiap negara langsung memproteksikan warganya kan," tambah Ario Bayu.

Kini Ario mengatakan hanya bisa mengobati rindu dengan sang istri melalui video call saja. Dia juga nampaknya harus menunda keinginan untuk berkumpul dengan keluarga besarnya di Hari Lebaran akibat adanya pandemi virus corona.

"Awalnya ibu saya mau Idul Fitri di sini rencananya sama kakak-kakaknya sama keluarganya pokoknya, tapi karena pandemi ini otomatis tidak bisa terealisasi," imbuhnya.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar