Lokasi kecelakaan maut Bus Sriwijaya terkenal cukup rawan

id Bus sriwijaya, kecelakaan bus pagaralam, bus pagaralam, sar palembang, korban kecelakaan bus pagaralam, bus bengkulu-pag

Lokasi kecelakaan maut Bus Sriwijaya terkenal cukup rawan

Arsip- Liku Lematang Kota Pagaralam (ANTARA/Aziz Munajar/19)

Palembang (ANTARA) - Lokasi kecelakaan maut yang menimpa Bus Sriwijaya di Liku Lematang Desa Plang Kenidai Kota Pagaralam memang dikenal rawan lantaran topografi jalan cenderung turunan berbelok nyaris berbentuk lingkaran.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol, Supriyadi, Selasa, mengatakan lokasi tersebut juga sering terjadi kecelakaan berdasarkan laporan yang kerap masuk ke polsek setempat.

"Tapi itulah satu-satunya jalur yang bisa dilintasi kalau lewat Pagaralam," ujar Kombes Pol Supriyadi.

Menurut dia jika memang terdapat jalur alternatif lain dari Palembang ke Bengkulu di Kota Pagaralam maka pengendara lebih baik tidak melewati Liku Lematang tersebut.

Kota Pagaralam yang merupakan wilayah pegunungan memang dikenal memiliki jalan penghubung yang berliku dan naik-turun, tak jarang di sisi jalan terdapat jurang yang mengarah ke semak-semak maupun sungai, kondisi tersebut kadang diperparah dengan tidak adanya penerangan di beberapa titik.

Namun saat kejadian naas Bus Sriwijaya, kondisi penerangan jalan diketahui cukup baik dan tidak mengalami masalah, polisi sendiri masih menyelidiki penyebab terjunnya bus dari ketinggian 100 meter.

Sementara hingga Selasa pukul 15.00 WIB, data tim SAR gabungan menyebut 26 penumpang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia dan 13 lainnya dinyatakan selamat meski mengalami luka-luka.

"Tim kepolisian sudah membentuk unit identifikasi di RS Besemah karena semua korban dibawa ke sana," tambah Kombes Pol Supriyadi.

Sebelumnya Bus Sriwijaya Jenis Mitsubishi Fuso Plat No Polisi BD 7031 AU rute Bengkulu - Palembang dmasuk ke jurang di Liku Lematang Jalan Lintas Pagaralam - Lahat KM 9 Desa Plang Kenidai Desa Kecamatan Dempo Tengah Kota Pagaralam pada Senin malam pukul 23.15 WIB.

 
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar