Polisi dalami unsur pidana anjing gigit ART hingga tewas

id Anjing terkam majikan, Bima Aryo, Polsek Cipayung,anjing ,belgian malinois,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara ha

Polisi dalami unsur pidana anjing gigit ART hingga tewas

Pagar rumah pemilik Sparta, anjing ras Belgian Malinois, diimbuhi tulisan-tulisan oleh orang tak dikenal. Anjing ras dari kelas penjaga-pekerja itu menyerang ART bernama Yayan (35 tahun) yang baru bekerja beberapa pekan di rumah pemilik Sparta, di Jalan Langgar Nomor 41 RT04 RW04 Cipayung, Jakarta Timur. ANTARA/Andi Firdaus

Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Sektor Cipayung, Jakarta Timur masih mendalami kemungkinan unsur pidana dalam peristiwa tewasnya seorang asisten rumah tangga (ART) akibat diterkam anjing ras kelas pekerja-penjaga peliharaan majikan.

"Karena rencana besok, Kamis (5/9), pemilik anjing mau datang (ke kantor polisi). Kalau ada unsur pidana, kan bisa terbaca dalam hasil penyelidikan besok," kata Kepala Polsek Cipayung, Komisaris Polisi Abdul Rasyid di Jakarta, Rabu.

Pemilik anjing yang dia maksud adalah ibu dari presenter televisi, Bima Aryo, yang berinisial TD.

Baca juga: Dilema pencegahan rabies di tengah ketiadaan VAR

Hingga saat ini, kata dia, sudah lima orang yang diambil keterangannya oleh polisi terkait kejadian, yakni ayah dari pemilik anjing, saudara pemilik anjing, pembantu perempuan pemilik anjing, anak korban, dan suami korban.

Meski pihak keluarga pemilik anjing ras Belgian Melanois yang diberi nama Sparta itu telah menyerahkan uang kerohiman Rp60 juta kepada keluarga korban, namun proses penyelidikan polisi tetap berjalan.

Sparta sangat kondang di media sosial karena kesergapannya dalam melaksanakan perintah-perintah dari pemiliknya. Anjing kelas pekerja-penjaga ini harus senantiasa diasah keterampilannya dan dijaga kondisi fisiknya, salah satunya dengan cara diajak berjalan-jalan.

Tragedi mematikan ini menjadi buah-bibir di media sosial dan menimbulkan polemik. Di media sosial, ada beberapa versi "kronologi" dan "latar belakang" tentang kejadian mengenaskan yang mengorbankan nyawa seorang manusia ini.

Baca juga: Kapolda: DPRD terpilih jangan minta uang "ketok palu"

"Kalau urusan polisi, kami tetap lakukan penyelidikan. Kenapa? Itu ada korban meninggal dunia. Kami tetap lakukan proses hukum," ujar Rasyid.

Terkait proses damai itu, dia menyebut hal itu sebagai urusan kedua belah pihak dan jajarannya tidak terlibat.

"Kalau masalah damai, kami tidak terlibat di dalamnya. Kerena itu urusan mereka. Maka kami bilang, silakan saja itu urusan mereka," ujar dia.

Baca juga: Kabupaten Garut jadi daerah pemasok anjing terbesar ke Sumatera

Seorang perempuan ART bernama Yayan (35) yang baru beberapa pekan bekerja di rumah Aryo tewas dengan luka gigitan Sparta di leher, dada dan perut setelah diterkam dan digigit anjing penjaga-pekerja itu pada Jumat (30/8) malam saat ditugasi membersihkan kandang.

Yayan meregang nyawa saat dilarikan menuju RS Kepolisian Indonesia dr Soekanto di Kramat Jati, Jakarta Timur, dari lokasi kejadian di rumah majikan, di Jalan Langgar Nomor 41 RT04 RW04 Cipayung, Jakarta Timur.

Baca juga: Kementan luncurkan vaksin rabies baru
Baca juga: Polisi tangani perkara wanita bawa anjing ke dalam masjid
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar