KEK Tanjung Api-Api kejar progres pembebasan lahan

id berita palembang,berita sumsel,kawasan ekonomi khusus sumsel,Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api,pembebasan lahan,tanah warga,dewan nasional KEK,ba

Arsip- Pembebasan lahan yang akan di gunakan untuk Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api. . (ANTARA Sumsel/Nova Wahyudi/dol/17)

Palembang (Antaranews Sumsel) - Proyek Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api (TAA), Banyuasin, Sumatera Selatan, terus mempercepat progres pembebasan lahan untuk mengejar target mulai dioperasikannya kantor administrasi pada Juli 2018.

Chairman & CEO PT Sriwjaya Tanjung Carat ETS Putera di Palembang, Rabu, mengatakan pembebasan lahan KEK TAA saat ini terus dalam progres positif untuk mengejar syarat minimal 217 hektare dari dewan nasional KEK pada Juni tahun ini.

PT Sriwijaya Tanjung Carat (STC) selaku investor yang menggarap KEK TAA dan Tanjung Carat (TC) menargetkan pembebasan lahan akan selesai pada kuartal I tahun 2018 ini.

Saat ini progres pembebasan lahan sudah mencapai 152,76 hektare dengan rincian sebanyak 66,17 hektare yang telah dibebaskan oleh PT SMS (badan usaha milik Pemprov Sumsel) selaku pengelola KEK TAA dan TC, dan 86,6 hektare yang telah dibebaskan oleh PT STC.

"Kami optimis masalah lahan ini akan selesai dalam waktu dekat, bahkan pada Juni mendatang jumlah yang telah dibebaskan melebihi syarat minimal dari dewan KEK," kata dia.

Ia mengatakan optimisme tersebut bukan tanpa alasan karena masyarakat sekitar atau yang terkena dampak pembebasan sangat mendukung terlaksananya KEK itu sendiri.

Hal ini dengan telah dibuktikan melalui surat pernyataan secara tertulis yang diwakili oleh sejumlah Kepala Parit, Ketua RT, dan tokoh masyarakat setempat.

"Kami juga sudah dan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat baik di darat maupun perairan. Mereka mendukung guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat disana," kata dia.

Selain itu, dengan dukungan yang positif dari masyarakat tersebut, hingga akhir tahun 2018 ini pihaknya juga menargetkan pembebasan lahan keseluruhan KEK TAA seluas 2.030 hektare akan terlaksana.

"Sekitar 40 persen lahan di kawasan tersebut lebih kepada persawahan, sementara saat ini 1.400 hektarenya sudah atas nama perusahaan, dan telah berkomitmen untuk mendukung KEK TAA. Jadi secara umum tinggal pengukuran dan dilakukan proses ganti rugi saja," kata dia.

Dalam proses pembebasan lahan serta pergantian tanam tumbuh di kawasan KEK TAA ini, perusahaan telah mengalokasikan biaya sebesar Rp1,5 - 2 triliun.

Selain lahan, saat ini telah melakukan beberapa kegiatan lainnya di KEK TAA seperti persiapan pembangunan pintu gerbang kawasan dan kantor sementara (Temporary Site Facilities) di dalam kawasan.

Model kantor sementara itu akan menggunakan peti-peti kemas yang dibalut sedemikian rupa menjadi sebuah bangunan siap pakai dengan sejumlah fasilitas penunjang lainnya.

"Sebelum pada Maret pengiriman peti kemasnya akan mulai dilakukan dari Surabaya, dan sebelum Juli sudah selesai," kata dia.

Sementara untuk Tanjung Carat, proses reklamasi akan dimulai pada sekitar Juni-Juli tahun ini, dimana nantinya reklamasi lahan sendiri akan membentuk daratan seluas 2.202 hektare.

Dalam proses reklamasi ini, akan dilakukan oleh kontraktor asal Belanda, yakni mendatangkan kapal keruk dari Belanda melalui perusahaan Bolkalis.

"Untuk reklamasi akan menggunakan 5-6 kapal keruk dengan kapasitas 35 ribu kubik," ujar dia.

Kegiatan reklamasi hingga menjadi daratan atau kawasan ini membutuhkan waktu sekitar 2,5 tahun atau ditarget selesai pada tahun 2020 mendatang.
(T.D019/R010)
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar