Palembang (ANTARA) - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII menyebutkan tinggi muka air (TMA) di sejumlah sungai utama wilayah Sumatera Selatan, termasuk Sungai Musi, Komering, dan Lalan mengalami peningkatan akibat tingginya curah hujan beberapa hari terakhir.
Kepala Tim Hukum dan Komunikasi Publik BBWS Sumatera VIII, Didi Zulfikar, Senin mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan dilakukan melalui sensor Automatic Water Level Recorder (AWLR) yang dipasang di beberapa titik strategis.
Hasil pemantauan menunjukkan Sungai Musi di AWLR Sekanak Palembang berstatus siaga 1 atau merah dengan TMA mencapai 4,62 meter.
“Selain Sungai Musi, beberapa sungai lain mengalami kenaikan signifikan. Sungai Lalan di AWLR Bayung Lencir tercatat TMA 3,96 meter dengan status siaga 2, sementara Sungai Komering di AWLR Sungai Dua dan AWLR Serdang Menang masing-masing berada pada TMA 5,24 meter dan 3,08 meter dengan status siaga 3,” katanya.
Ia menjelaskan kenaikan debit air itu juga berdampak pada aliran anak sungai yang menjadi wadah penampung air. Jika curah hujan tetap tinggi, kapasitas anak sungai yang terbatas dapat memicu banjir di wilayah permukiman dan lahan pertanian.
Oleh sebab itu, BWS Sumatera VIII mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, menjaga kebersihan aliran sungai, dan tidak membuang sampah di sungai agar potensi banjir dapat diminimalkan.
Selain itu, masyarakat disarankan untuk mengadakan kegiatan gotong royong membersihkan sungai dan drainase lingkungan.
“Kami terus memantau perkembangan TMA melalui AWLR dan akan memberikan informasi secara berkala. Kesadaran masyarakat untuk menjaga aliran sungai sangat penting dalam mengurangi risiko banjir,” jelas Didi.
Tinggi muka air sungai di Sumsel alami peningkatan
Jembatan hias Sungai Bendung Palembang, Sumsel. (ANTARA/Fenny Sely/20)
