Jakarta (ANTARA) - Psikolog klinis Phoebe Ramadina, M.Psi., Psikolog menyampaikan melabeli seorang anak sebagai "anak nakal" bisa menjadi pemicu dia terlibat kenakalan yang akhirnya berujung pada tindak kriminal.
Menurut dia, kepada ANTARA di Jakarta, Selasa, anak mengalami kesulitan dalam meregulasi emosi dan merasa putus asa karena dari stigma negatif dari lingkungannya.
"Anak yang mengalami kesulitan regulasi emosi ini merasa putus asa dan tidak ada gunanya memperbaiki diri sehingga memilih untuk tetap berbuat kenakalan," kata Phoebe.
Label "anak nakal" bisa memicu perilaku tindakan kriminal
Arsip foto - Sejumlah anak bermain wahana trampolin dalam gelaran Jateng Fair Festival 2025 di Pusat Rekeasi dan Promosi Pembangunan (PRPP), Semarang, Jawa Tengah, Senin (30/6/2025). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz)
