Terkait dengan hal itu, para pengendara diingatkan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di daerah rawan longsor.
Berdasarkan pemetaan, kata dia, jalur mudik di OKU Selatan mulai dari Kota Muaradua ke Kecamatan Buay Sandang Aji dan Muaradua menuju kawasan wisata Danau Ranau dipetakan rawan longsor.
Sepanjang jalur tersebut daerah perbukitan dan dataran tinggi yang rawan longsor sehingga para pengendara harus waspada guna mengantisipasi korban jiwa.
Sebagai upaya penanggulangan, pihaknya telah menyiagakan personel di sejumlah daerah rawan longsor agar jika terjadi bencana alam dapat ditanggulangi sedini mungkin.
Ratusan personel yang tergabung dalam satgas penanggulangan bencana disiagakan guna menindaklanjuti dampak cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan banjir dan tanah longsor.
"Untuk pemasangan rambu-rambu di daerah rawan longsor ini, kami akan segera berkoordinasi dengan Dishub dan Polres OKU Selatan," ujarnya.
Kapolres OKU Selatan AKBP M Khalid Zulkarnaen pada kesempatan sebelumnya mengatakan dalam pengamanan arus mudik Lebaran 2025, pihaknya mendirikan dua pos pengamanan, yaitu di Simpang Martapura dan Banding Agung serta satu pos pelayanan di area Terminal Tipe C Muaradua.
Setiap posko disiagakan personel gabungan selama Lebaran 2025 untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama para pemudik yang melintas di wilayah setempat.
"Pemudik juga dapat memanfaatkan fasilitas di posko, termasuk tempat istirahat dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis," ujarnya.
BPBD OKU Selatan petakan jalur mudik rawan longsor

Sejumlah mobil pemudik melintas di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatra di Kabupaten OKU, Sumatera Selatan, Jumat (28/3/2025). (ANTARA/Edo Purmana)