Baturaja (ANTARA) - Angka stunting di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, pada 2022 tercatat sebesar 3,95 persen, turun menjadi 2,4 persen pada 2023.
"Atas pencapaian ini Pemkab OKU diganjar penghargaan Dharma Karya Kencana oleh pemerintah pusat," kata Penjabat Bupati OKU Teddy Meilwansyah di Baturaja, Senin.
Bupati mengatakan bahwa penghargaan tersebut ia terima langsung dari Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo dalam rangkaian puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXXI di Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (28/6) malam.
Menurut dia, penghargaan itu diberikan atas komitmen serta peran aktif dalam program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana serta percepatan penurunan stunting untuk mewujudkan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas.
"Kami mengucapkan terima kasih atas penghargaan ini yang diraih berkat kerja keras dan dukungan dari seluruh pihak, khususnya masyarakat Kabupaten OKU,” katanya.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten OKU bersama Tim Penggerak PKK wilayah setempat dan seluruh pihak terkait terus berupaya menyusun langkah yang tepat dalam menyiapkan generasi penerus di OKU menuju Indonesia Emas.
"Khususnya permasalahan stunting ini karena bukan hanya masalah kesehatan saja, tetapi juga menyangkut masa depan generasi anak-anak kita. Untuk itu, kami melakukan berbagai upaya untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas," ujarnya.
Ia mengemukakan salah satu upaya yang telah dilakukan yakni pemberian makanan tambahan serta asupan protein berupa pemberian telur kepada anak-anak di OKU.
Pemberian makanan tambahan tersebut diberikan oleh seluruh OPD yang menjadi bapak asus anak stunting di setiap kecamatan di kabupaten setempat.
“Hal itu sudah kami galakkan dan hingga saat ini masih terus terlaksana. Tentunya kami juga sangat mengharapkan dukungan dari berbagai pihak agar bisa mewujudkan OKU nol stunting pada 2024," ujar dia.
Berdasarkan data nasional dari hasil riset Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan data primer yang diperoleh dari hasil pengukuran petugas gizi di 18 puskesmas yang dilaporkan ke aplikasi EPPGBM Kemenkes, menunjukkan bahwa angka stunting di OKU jauh lebih rendah dibandingkan dengan angka nasional.
“Pada tahun 2022, angka stunting OKU sebesar 3,95 persen, dan pada tahun 2023 sebesar 2,4 persen dengan jumlah anak stunting sebanyak 262 orang,” ujar dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Angka stunting di Kabupaten OKU turun jadi 2,4 persen
Berita Terkait
Menteri BUMN: Penggabungan BUMN karya menunggu keputusan Menteri PU
Selasa, 17 Desember 2024 14:59 Wib
Menulis sastra untuk melembutkan dan menyehatkan jiwa
Selasa, 10 Desember 2024 9:54 Wib
Guru di Samarinda tulis buku cerita rakyat dalam tiga bahasa
Senin, 9 Desember 2024 6:05 Wib
Naskah asli Gurindam 12 karya Raja Ali Haji tersimpan di Perpunas
Sabtu, 7 Desember 2024 23:00 Wib
Turbin uap portabel pembangkit listrik, buah karya mahasiswa Poliban
Senin, 2 Desember 2024 22:42 Wib
Ide dan inovasi unik mahasiswa Sumsel semarakkan LKTI Kilang Plaju
Kamis, 28 November 2024 9:49 Wib
Palembang pecahkan rekor MURI melalui karya buku 5.300 pantun
Jumat, 22 November 2024 15:23 Wib
UIN Palembang edukasi gaya hidup mahasiswa melalui karya seni
Kamis, 21 November 2024 14:34 Wib