Logo Header Antaranews Sumsel

Pemilu 2024 atau Pemilu Milenial

Senin, 22 Januari 2024 16:55 WIB
Image Print
Tiga pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden peserta Pilpres 2024 tiba di Balai Sidang JCC Senayan, Jakarta, Minggu malam, untuk mengikuti Debat Keempat Cawapres Pemilu 2024 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. ANTARA FOTO//M Risyal Hidayat/tom/pri.
Ya, banyak orang-orang dari generasi terdahulu yang mengira semua pemberitaan yang sampai ke gadget mereka itu adalah benar. Generasi terdahulu itu adalah generasi koran. Kalau mereka membaca koran, mereka biasanya yakin bahwa berita yang disampaikan pasti benar, karena pengelola koran arus utama (mainstream) pasti sudah melakukan konfirmasi/klarifikasi kepada narasumber, sehingga apa yang disajikan dijamin benar.

Nah, generasi terdahulu seperti itulah memperlakukan berita di dunia digital yang sampai ke gawai mereka seolah sama dengan berita yang didapat dari koran, majalah, dan televisi, padahal belum pasti benar. Mereka kemudian menyebarkannya ke pihak lain dengan cepat, tanpa merasa perlu melakukan konfirmasi.

Generasi terdahulu yang literasi digitalnya masih rendah karena merupakan "perantau" di dunia digital itu justru menjadi pemicu terciptanya hoaks, jika mereka tidak bijaksana. Akibat dari merebaknya hoaks, relasi sosial bisa terganggu.

Karena itu, kunci pemilu digital adalah literasi digital, agar semua pemilih bisa menggunakan dunia digital untuk menciptakan ikatan-ikatan sosial yang lebih kuat untuk menciptakan kebersamaan dan kerukunan. Ikatan-ikatan sosial itu harus terus kita pupuk agar menjadi lebih kuat di masyarakat kita yang majemuk, bukan justru dirusak menjadi kian buruk dan ambyar.

Oleh
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026