Sekda Kota Padang Panjang sebut banjir bandang 2025 berbeda dengan kejadian 2024

id banjir,banjir bandang,banjir padang,sekda padang panjang

Sekda Kota Padang Panjang sebut banjir bandang 2025 berbeda dengan kejadian 2024

Tim Kantor SAR Padang melintasi lintasan tali yang membentang sepanjang 50 meter untuk mengevakuasi dua korban yang hanyut terbawa banjir bandang di aliran sungai Silaing Bawah, Kabupaten Padang Panjang, Sumatera Barat, Sabtu (29/11/2025) (ANTARA/HO-Basarnas)

Kota Padang Panjang (ANTARA) - Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat, Sonny Budaya Putra mengungkapkan banjir bandang yang terjadi pada 27 November 2025 berbeda dengan kejadian banjir bandang 12 Mei 2024.

"Kejadian Mei 2024 aliran banjir bandang berasal dari sebelah kanan dan ini sebetulnya yang diwaspadai masyarakat," kata Sonny di Kota Padang Panjang, Minggu.

Menurut dia masyarakat tidak menyangka banjir bandang dan tanah longsor justru terjadi dari Sungai Aia Putiah yang berhulu dari pegunungan Bukik Tuih yang menghantam kawasan jembatan kembar serta menyapu permukiman penduduk.

Ia menyebut banjir bandang dan tanah longsor yang melanda kawasan jembatan kembar merupakan peristiwa pertama di daerah itu.

"Kita tidak menyangka ternyata banjir bandang itu datangnya dari sebelah kiri," ujar dia.

Ia mengatakan pemerintah daerah bersama pihak terkait akan menyelidiki atau mencari tahu penyebab banjir bandang tersebut. Namun, untuk saat ini fokus pemerintah bersama Tim SAR gabungan dan relawan adalah pada pencarian korban, evakuasi, pemenuhan kebutuhan penyintas banjir, serta perawatan korban selamat.

Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Silaiang Bawah Kota Padang Panjang Nurmiati Amin mengatakan pada awal kejadian sebanyak 40 orang dilaporkan hilang.

"Dari 40 itu baru 12 yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia hingga pukul 23.00 WIB. Artinya masih ada 28 orang harus dicari," sebutnya.

Di posko pengungsian tercatat 101 warga Padang Panjang ditambah 17 warga Kabupaten Tanah Datar yang masih mengungsi. Untuk pengobatan para penyintas pemerintah setempat menyiapkan dokter dan para medis agar penanganan bisa secepatnya dilakukan

Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.