Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan menargetkan membangun 15 puskesmas inklusif guna memperkuat komitmen pemerintah setempat mewujudkan daerah itu sebagai kota ramah disabilitas.
Sekretaris Daerah Kota Palembang Aprizal Hasyim di Palembang, Rabu, mengatakan pemkot terus menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan Palembang sebagai kota ramah disabilitas, khususnya sektor pelayanan kesehatan dan ruang publik.
Ia menjelaskan komitmen Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang mewujudkan "Palembang Sehat" dan ruang publik yang inklusif tercapai dengan baik, namun proses pembangunan terus berjalan dan menunjukkan progres positif.
“Pemkot Palembang berkomitmen penuh terhadap pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Seluruh pembangunan, terutama fasilitas pelayanan publik, wajib memperhatikan standar ramah disabilitas karena pembangunan kota ini adalah untuk semua warga,” ujarnya.
Hingga saat ini, katanya, sudah terdapat enam puskesmas ramah disabilitas di Kota Palembang. Tahun ini, pemkot menargetkan peningkatan hingga 15 puskesmas ramah disabilitas dari total 42 puskesmas di daerah itu.
Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Sumsel mengapresiasi upaya Pemkot Palembang dalam membangun puskesmas inklusif.
"Kami melakukan audit sosial di enam puskesmas percontohan dan menemukan perubahan signifikan. Di Puskesmas Basuki Rahmat, tingkat aksesibilitas infrastruktur sudah mencapai sekitar 60 persen," kata Technical Assistant Mitra HWDI Sumsel Ninik Handayani.
Pemkot Palembang targetkan membangun 15 puskesmas inklusif
Sekretaris Daerah Kota Palembang Aprizal Hasyim. ANTARA/HO-Pemkot Palembang
