Palembang gencarkan vaksinasi DBD gratis untuk 5.000 anak sekolah

id Vaksin DBD Palembang,Pemkot Palembang,DBD di Palembang

Palembang gencarkan vaksinasi DBD gratis untuk 5.000 anak sekolah

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim. ANTARA/ HO- Pemkot Palembang

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan menggencarkan vaksinasi demam berdarah dengue (DBD) gratis untuk 5.000 anak sekolah di wilayah itu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim di Palembang, Rabu, mengatakan hal tersebut dalam upaya menekan angka penyebaran DBD. Pihaknya menggandeng Tim DEN 401 dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.

Kolaborasi ini bertujuan menyukseskan program Palembang Sehat yang diinisiasi oleh Wali Kota Palembang Ratu Dewa dan Wakil Wali Kota Prima Salam.

"Salah satu langkah konkret dari kerja sama ini adalah pemberian vaksin DBD secara gratis kepada 5.000 anak sekolah," katanya.



Ia menambahkan, program ini menjadi angin segar bagi masyarakat, mengingat vaksin DBD selama ini hanya tersedia di rumah sakit swasta dengan biaya yang cukup tinggi dan belum masuk dalam program vaksinasi nasional.

Kegiatan ini harus didukung dan disukseskan. Tentunya perlu sinergi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan agar program ini tersosialisasikan dengan baik ke seluruh lapisan masyarakat.

Ia juga menyarankan agar peluncuran program dilakukan di tempat yang representatif agar gaungnya lebih luas dan mampu menarik perhatian masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya.

Ketua Tim DEN 401 FK Unsri, dr Ariesti Karmila, menjelaskan bahwa vaksin DBD sebenarnya telah tersedia di Indonesia, namun masih bersifat berbayar dan hanya tersedia di rumah sakit swasta.



Oleh karena itu, bantuan hibah vaksin sebanyak 5.000 dosis yang diterima FK Unsri menjadi peluang besar untuk menjangkau anak-anak dari keluarga yang kurang mampu.

Alhamdulillah, FK Unsri mendapatkan bantuan vaksin DBD yang bisa kami distribusikan secara gratis kepada anak-anak ,” ungkapnya.

Program vaksinasi ini akan dilaksanakan di 60 sekolah yang tersebar di wilayah kerja 10 Puskesmas, yakni Padang Selasa, Gandus, Taman Bacaan, Pembina, Kalidoni, 4 Ulu, Kertapati, Makrayu, dan Sematang Borang.

Pemilihan sekolah didasarkan pada data dari Pemkot Palembang mengenai daerah dengan insiden DBD tertinggi.



Program vaksinasi ini menyasar anak-anak usia 6 hingga 10 tahun, kelompok usia yang dinilai paling rentan terhadap infeksi DBD.

Menurut Ariesti, meskipun vaksin ini juga dapat diberikan kepada orang dewasa, fokus utama tetap pada anak-anak karena mereka merupakan kelompok yang paling terdampak.

“Kegiatan ini sudah dimulai sejak akhir November 2025 dan berjalan dengan lancar. Kami juga melakukan pemantauan terhadap anak-anak yang telah divaksin maupun yang belum, untuk memastikan efektivitas dan keamanan vaksin,” jelasnya.

Bagi masyarakat umum yang ingin mendapatkan vaksin DBD namun tidak termasuk dalam program ini, Ariesti menyarankan untuk mengakses layanan vaksinasi di rumah sakit swasta. Namun, ia mengingatkan bahwa biaya vaksin ini cukup tinggi, yakni sekitar Rp700.000 per suntikan, dan dibutuhkan dua kali suntikan untuk efektivitas maksimal.

“Karena itu, kami sangat bersyukur Palembang mendapatkan bantuan vaksin gratis. Tidak semua kota seberuntung ini, karena ada beberapa daerah yang harus membeli vaksin sendiri,” pungkasnya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Palembang gencarkan vaksinasi DBD gratis untuk 5.000 anak sekolah

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.