Jakarta (ANTARA) - World Boxing Council (WBC) mengumumkan petinju Sandy Ryan dan Karla Ramos Zamora berbagi ring pada 21 Februari di Nottingham, Inggris, untuk merebut gelar juara dunia kelas ringan super putri (63,5 kg) WBC yang masih lowong.
"Hasil pertarungan ini akan menentukan arah langsung divisi super ringan putri sekaligus menandai dimulainya era baru kejuaraan dunia,” demikian pernyataan resmi WBC yang dikutip dari laman resminya dan dipantau di Jakarta, Rabu.
Gelar juara dunia divisi ringan super WBC lowong setelah pemegang gelar juara Chantelle Cameron melepaskan sabuk tersebut sebagai bentuk protes terhadap aturan tinju yang menurut dia tidak adil, khususnya soal durasi ronde yang berbeda antara petinju wanita (dua menit) dan pria (tiga menit).
Keputusan itu diambil Cameron sebagai sikap terhadap ketidaksetaraan dalam aturan tinju, sehingga gelar yang dimilikinya menjadi kosong.
Duel itu menjadi salah satu pertarungan penting di divisi super ringan putri karena akan menentukan siapa yang berhak menyandang status juara dunia baru.
Bagi Sandy Ryan, pertarungan itu memiliki arti khusus. Mantan juara dunia tersebut berambisi merebut kembali sabuk juara dan mengukuhkan posisinya sebagai salah satu petinju elit di divisi ringan super. Bertarung di depan pendukungnya sendiri di Nottingham menjadi motivasi tambahan bagi petinju Inggris itu untuk tampil maksimal.
Ryan dan Zamora berbagi ring rebut gelar dunia WBC yang lowong
Poster laga tinju Sandy Ryan (kiri) melawan Karla Ramos Zamora dalam laman World Boxing Council (WBC) yang dipantau di Jakarta, Rabu (4/2/2026). (Laman resmi WBC)
