Sebanyak 1.686 rumah warga terendam banjir di Muara Enim

id Bencana banjir, rumah kebanjiran, curah hujan tinggi, evakuasi korban, BPBD Muara Enim

Sebanyak 1.686 rumah warga terendam banjir di Muara Enim

BPBD Muara Enim mengevakuasi korban banjir ke tempat yang aman guna mengantisipasi korban jiwa, Selasa. ANTARA/HO-BPBD Muara Enim

Muara Enim (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan mencatat sebanyak 1.686 rumah warga di lima desa di wilayah setempat terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Kepala BPBD Muara Enim, Abdurrozieq Putra di Muara Enim, Selasa, mengatakan bencana banjir akibat curah hujan tinggi yang terjadi pada Senin (2/2) malam terus meluas ke lima desa di empat kecamatan.

Wilayah terdampak banjir meliputi Desa Padang Bindu, Betung, Pagar Jati, Pagar Dewa, dan Desa Rami Pasai.

Meskipun tidak ada korban jiwa, namun bencana alam merendam ribuan rumah penduduk dengan ketinggian air bervariasi antara 60 centimeter hingga mencapai titik terdalam 1,5 meter.

"Berdasarkan hasil pendataan terakhir tercatat sebanyak 1.686 unit rumah warga terdampak banjir. Untuk banjir terparah di Padang Bindu dengan ketinggian air 1,5 meter," katanya.

Pihaknya telah menerjunkan personel ke lokasi bencana alam untuk mengevakuasi korban ke dataran tinggi.

Proses evakuasi dilakukan menggunakan dua unit perahu karet dan empat buah pelampung untuk mengangkut warga dari titik banjir ke tempat yang aman guna mengantisipasi korban jiwa.

BPBD Muara Enim juga melakukan kaji cepat lintas sektor guna mengantisipasi bencana susulan mengingat curah hujan tinggi diprediksi masih akan terjadi selama beberapa hari ke depan.

"Kami juga meningkatkan pemantauan debit air Sungai Lematang agar jika terjadi peningkatan segera diteruskan peringatan dini kepada masyarakat untuk diwaspadai bersama," ujarnya.

Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.