Dinkes Muara Enim terjunkan tim medis ke lokasi banjir

id Pemeriksaan kesehatan, korban banjir, jemput bola, posko kesehatan, Dinkes Muara Enim

Dinkes Muara Enim terjunkan tim medis ke lokasi banjir

Petugas Puskesmas Benakat jemput bola memeriksa kesehatan korban banjir, Jumat (6/2/2026). ANTARA/Edo Purmana

Muara Enim (ANTARA) - Dinas Kesehatan Muara Enim, Sumatera Selatan melalui Puskesmas Benakat memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada korban banjir di lima desa di kecamatan setempat untuk mengantisipasi penyebaran penyakit pasca-bencana.

Kepala UPTD Puskesmas Benakat Muhadin di Muara Enim, Jumat, mengatakan pihaknya membuka posko pelayanan kesehatan untuk korban banjir di daerah itu.

Sebanyak lima desa di Kecamatan Benakat terdampak banjir, meliputi Padang Bindu, Betung, Pagar Jati, Pagar Dewa, dan Rami Pasai.

Dia mengatakan posko pelayanan kesehatan itu dibuka untuk meringankan beban masyarakat dan mencegah penyakit yang mungkin timbul akibat musibah tersebut, seperti gatal-gatal.

"Ada puluhan warga yang kami layani dengan keluhan rata-rata penyakit gatal-gatal akibat banjir," ujarnya.

Pihaknya juga melakukan upaya jemput bola memeriksa kesehatan korban banjir untuk kalangan lansia, anak-anak, dan ibu hamil.

"Kelompok masyarakat ini mungkin kesulitan untuk datang ke posko sehingga petugas kami mendatangi rumah mereka untuk memberikan pelayanan kesehatan secara gratis," katanya.

Kepala BPBD Muara Enim Abdurrozieq Putra sebelumnya mengatakan banjir akibat curah hujan tinggi terjadi pada Senin (2/2) malam, meluas ke lima desa, meliputi Padang Bindu, Desa Betung, Pagar Jati, Pagar Dewa, dan Rami Pasai.

Meskipun tidak ada korban jiwa, bencana itu merendam ribuan rumah warga dengan ketinggian air bervariasi antara 60 centimeter hingga mencapai titik terdalam 1,5 meter.

Berdasarkan hasil pendataan terakhir 1.686 rumah warga terdampak banjir.

"Untuk banjir terparah di Padang Bindu dengan ketinggian air 1,5 meter," katanya.

Meskipun saat ini banjir sudah surut, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi banjir susulan agar bencana alam tidak menimbulkan korban jiwa.

Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.