Presiden Prabowo terima kunjungan PM Australia Anthony Albanese

id Presiden Prabowo,Prabowo terima Anthony Albanese,Presiden RI Prabowo Subianto

Presiden Prabowo terima kunjungan PM Australia Anthony Albanese

Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan kerja PM Australia Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (5/2/2026). (ANTARA/HO-Sekretariat Presiden)

Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan kerja Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat.

Iring-iringan kendaraan PM Albanese memasuki halaman Istana Merdeka, Jakarta, sekitar pukul 09.00 WIB. PM Albanese dikawal dengan 17 motoris, dan 80 pasukan berkuda.

Presiden Prabowo pun menyambut langsung PM Albanese setelah turun dari kendaraan. Keduanya saling berjabat tangan dan mengucapkan salam.

Presiden Prabowo dan PM Albanese kemudian menyaksikan tarian sambutan sebelum memasuki Istana Merdeka. Lagu kebangsaan kedua negara dikumandangkan.

Presiden Prabowo mengenalkan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roslani, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Duta Besar Indonesia untuk Australia Siswo Pramono.

Kemudian, PM Albanese juga mengenalkan pendamping pada kunjungan kerja yang terdiri dari Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, Duta Besar Australia untuk Indonesia Rodrick Bruce Bazier

Selanjutnya, kedua pemimpin melangsungkan pertemuan tête-à-tête atau pertemuan empat mata di ruang kerja Presiden Prabowo.

Pertemuan tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan kemitraan strategis Indonesia-Australia di berbagai bidang.

Kunjungan PM Albanese ke Indonesia merupakan yang kedua kalinya. Ia melakukan kunjungan pertama pada Mei 2025. Kunjungan kerja ini berlangsung pada 5-7 Februari 2026

Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.