BPBD: Akses jalan OKU Selatan-Bengkulu sudah bisa dilalui

id Jalan penghubung, tanah longsor, bencana alam, alat berat, BPBD OKU Selatan

BPBD: Akses jalan OKU Selatan-Bengkulu sudah bisa dilalui

BPBD OKU Selatan menimbun jalan amblas akibat longsor menggunakan tanah liat. ANTARA/Edo Purmana

Muaradua (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan akses jalan penghubung Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, dengan Provinsi Bengkulu, sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat pada Jumat setelah tertimbun tanah longsor sejak Selasa (3/2).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD OKU Selatan, Heri Pramono di Muaradua, Jumat, mengatakan bahwa curah hujan tinggi telah menyebabkan longsor di empat titik kawasan di Kecamatan Sungai Are.

Longsor terjadi di empat titik yaitu di jalan poros Desa Sadau Jaya menuju Desa Ujan Mas yang berbatasan dengan Provinsi Bengkulu.

"Untuk longsor di tiga titik lainnya yaitu di Desa Pulau Kemuning sudah selesai dievakuasi sejak Rabu (4/2) petang," katanya.

Begitu pula proses evakuasi tanah longsor di Desa Sadau menuju Provinsi Bengkulu telah rampung 100 persen sejak Kamis (5/2) petang.

Dia mengatakan, proses evakuasi dilakukan menggunakan satu unit alat berat sehingga jalur tersebut saat ini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat seperti semula.

Pihaknya juga menimbun jalan yang amblas sepanjang 35 meter dengan lebar 2,5 meter menggunakan tanah agar tidak membahayakan pengguna jalan saat melintas di jalur tersebut.

"Material longsor sudah kami bersihkan dan bagian jalan yang amblas telah ditimbun sementara menggunakan tanah liat," ungkapnya.

Meskipun akses sudah kembali normal, namun pihaknya tetap melakukan langkah pengamanan tambahan dengan memasang garis pembatas di sisi jalan disertai pemasangan banner peringatan dini yang dipasang di sekitar lokasi longsor.

"Kondisi jalan masih berpotensi licin, terutama saat hujan. Untuk itu, kami memasang rambu-rambu peringatan dini dan pembatas agar pengendara lebih berhati-hati yang melintasi jalur tersebut," ujar dia.

Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.