Jalan penghubung di OKU Selatan nyaris putus akibat longsor

id Jalan penghubung, tanah longsor, arus lalu lintas, rambu-rambu peringatan dini, BPBD OKU Selatan

Jalan penghubung di OKU Selatan nyaris putus akibat longsor

Jalan penghubung antar desa di Kabupaten OKU Selatan nyaris putus akibat longsor, Senin (2/2/2026). ANTARA/HO-BPBD OKU Selatan

Muaradua (ANTARA) - Jalan penghubung antardesa di Kecamatan Buay Sandang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan nyaris putus akibat longsor sepanjang 25 meter.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan, Heri Pramono di Muaradua, Senin mengatakan curah hujan tinggi yang terjadi pada Minggu (1/2) sekitar pukul 17.15 WIB menyebabkan jalan amblas hingga nyaris putus total.

Dia mengatakan, longsor sepanjang 25 meter, lebar lima meter dengan kedalaman 11 meter mengganggu aktivitas masyarakat di tiga desa di Kecamatan Buay Sandang Aji.

"Aktivitas masyarakat di tiga desa meliputi Desa Bunga Mas, Lubuk Liku dan Desa Desa Talang Baru nyaris lumpuh total akibat longsor," katanya.

Meskipun tidak ada korban jiwa, namun akibat peristiwa tersebut badan jalan penghubung antar desa mengalami kerusakan parah sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

"Untuk sementara waktu jalan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua secara bergantian," ujarnya.

Dia mengungkapkan, saat ini pihaknya telah memasang rambu-rambu peringatan dini di lokasi longsor agar pengendara kendaraan roda dua berhati-hati saat melintas di jalur tersebut.

Untuk kendaraan roda empat diingatkan agar tidak memaksakan diri melintasi jalur tersebut guna menghindari risiko kecelakaan supaya tidak menimbulkan korban jiwa.

"Kami segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan penanganan jangka panjang agar arus lalu lintas kendaraan roda dua dan empat di jalur longsor kembali normal," ujar dia.



Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.