Air surut, BPBD OKU bersihkan rumah warga

id Bencana banjir, rumah kebanjiran, cuaca ekstrem, gotong royong, BPBD OKU

Air surut, BPBD OKU bersihkan rumah warga

Tim BPBD OKU dibantu warga melakukan pembersihan rumah yang terdampak banjir, Kamis. ANTARA/Edo Purmana

Baturaja (ANTARA) - Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan membantu membersihkan rumah warga terdampak banjir di Desa Ulak Pandan agar aktivitas masyarakat kembali normal.

Kepala BPBD OKU Januar Efendi melalui Manager Pusdalops, Gunalfi di Baturaja, Kamis mengatakan bahwa curah hujan tinggi yang terjadi pada Rabu (4/2) malam menyebabkan banjir melanda permukiman penduduk di Desa Ulak Pandan, Kecamatan Semidang Aji.

Akibat peristiwa tersebut tercatat sebanyak 40 rumah warga terendam banjir dengan korban terdampak bencana alam mencapai 160 jiwa.

Meskipun tidak ada korban jiwa, namun banjir menyebabkan aktivitas masyarakat menjadi terganggu karena air masuk ke dalam rumah warga dengan ketinggian 20-70 centimeter.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya rumah warga saja yang terendam banjir," katanya.

Mendapat laporan dari masyarakat, pihaknya menerjunkan personel dan peralatan ke lokasi banjir untuk melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak dan melakukan pendataan.

Personel BPBD OKU bersama masyarakat melakukan pembersihan sisa banjir dan sampah di rumah-rumah warga yang terdampak bencana alam.

Dalam proses pembersihan, petugas bersama warga bergotong royong membersihkan sisa banjir yang terbawa arus, termasuk sampah yang masuk ke pekarangan dan dalam rumah warga.

"Saat ini banjir sudah surut dan sebagian besar warga yang terdampak sudah kembali ke rumah masing-masing," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gunalfi mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana susulan agar tidak menimbulkan korban jiwa.

"Pusdalops BPBD OKU juga melakukan pemantauan terhadap debit Sungai Ogan agar jika terjadi peningkatan dapat segera diteruskan peringatan dini kepada masyarakat untuk diwaspadai bersama," ujarnya.

Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.