Banjir Muara Enim: 2.257 rumah terdampak

id BPBD Muara Enim,banjir muara enim,hujan deras,sungai lematang,cuaca ekstrem,musim hujan,rumah terendam banjir

Banjir Muara Enim: 2.257 rumah terdampak

BPBD Muara Enim terjunkan perahu karet untuk mengevakuasi korban banjir. ANTARA/Edo Purmana

Muara Enim (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut sebanyak 2.257 rumah warga di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel), terdampak bencana banjir akibat curah hujan tinggi, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Kepala BPBD Muara Enim Abdurrozieq Putra di Muara Enim, Kamis, mengatakan curah hujan tinggi yang terjadi pada Selasa (3/2) malam hingga pagi hari menimbulkan bencana banjir yang melanda tujuh desa di wilayah setempat.

Adapun tujuh desa terdampak bencana alam meliputi Desa Berugo tepatnya di Dusun 1 dan Dusun II, Desa Gunung Megang Dalam, Gunung Megang Luar, Tanjung Terang, Desa Perjito, Lubuk Mumpo, dan Desa Tanjung Terang.

"Berdasarkan hasil pendataan terakhir tercatat sebanyak 2.257 rumah warga di tujuh desa tersebut terdampak banjir," katanya.

Meskipun tidak ada korban jiwa, lanjut dia, namun bencana alam akibat luapan Sungai Lematang tersebut merendam rumah warga dengan ketinggian air 20-40 centimeter.

"Aktivitas masyarakat terganggu akibat bencana banjir yang kembali melanda permukiman penduduk tersebut," ucapnya.

Ia mengatakan BPBD telah mengerahkan puluhan personel ke lokasi bencana alam untuk mengevakuasi korban ke tempat yang aman, guna mengantisipasi korban jiwa.

"Kondisi saat ini banjir di seluruh wilayah terdampak sudah surut. Namun demikian masyarakat tetap kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana susulan supaya tidak menimbulkan korban jiwa," ujarnya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Hujan deras, 2.257 rumah di Muara Enim terendam banjir 20-40cm

Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.