Inilah pemetaan duel Jerman vs Spanyol

id Piala Dunia U-17 2023, Jerman vs Spanyol,Timnas U-17 Jerman, Timnas U-17 Spanyol

Inilah pemetaan duel Jerman vs Spanyol

Bintang Spanyol Marc Guiu (kanan) berebut bola udara dengan pemain Jepang Kaito Tsuchiya (kiri) dalam pertandingan Babak 16 Besar Piala Dunia U-17 2023 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Senin (20/11/2023). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/YU

Jakarta (ANTARA) - Tatkala bertanding di Jakarta International Stadium, Jumat ini pukul 15.30 WIB, baik Jerman maupun Spanyol sama-sama memburu gelar juara Piala Dunia U-17 perdana mereka.

Lima bulan lalu, Jerman menjuarai Euro U-17 tahun ini, sedangkan Spanyol hanya sampai semifinal setelah dijegal Prancis. Namun, dalam babak kualifikasi Euro U-17 itu, Jerman dan Spanyol pernah bertemu pada Maret. Spanyol menang 4-3 berkat gol bunuh diri bek kanan Jerman Eric Da Silva Moreira.

Penampilan terbaik Matador Muda dalam Piala Dunia U-17 adalah empat kali runner up dalam kurun waktu 1991-2017, sedangkan Tim Panser satu kali mencapai runner up pada 1985.

Jerman selalu menang dalam empat pertandingan Piala Dunia U-17 2023 sejauh ini, tapi mereka sering agak kesulitan mengembangkan permainan saat menghadapi tim-tim ngotot berorientasi menekan seperti Meksiko dan Amerika Serikat yang sebenarnya bisa menjadi ujian sebelum menghadapi Spanyol.

Spanyol sendiri menjadi tim terakurat dalam menyalurkan bola dibandingkan dengan tim mana pun dalam turnamen ini.

Mereka memenangkan tiga dari empat pertandingan terdahulunya, sedangkan satunya lagi berakhir seri kala ditantang Uzbekistan dalam fase grup.



Halaman berikut: Jerman kontra Spanyol memainkan dua filosofi bermain sepak bola yang berbeda Dua filosofi berbeda

Walaupun ini pertemuan antara dua tim junior, partai ini boleh disebut pembuktian untuk dua filosofi sepak bola yang berbeda.

Penampilan tim muda Spanyol sepanjang Piala Dunia U-17 2023 merepresentasikan filosofi tiki-taka yang sudah merasuk semua tingkatan sepak bola Spanyol, termasuk U-17 mereka.

Faktanya, pelatih Jose Maria Lana setia memasang formasi 4-3-3 sepanjang Piala Dunia U-17 di Indonesia ini. Spanyol U-17 memang mempraktikkan tiki-taka yang diadopsi La Roja sejak 2006 ketika tim seniornya ditukangi Luis Aragones.

Tiki-taka menekankan umpan-umpan pendek dan sentuhan satu dua (one-two touch) untuk mempertahankan penguasaan bola selama mungkin. Dengan cara ini, Spanyol mendominasi permainan dengan penguasaan bola rata-rata tinggi yang sering di atas 70 persen.

Selama Piala Dunia U-17 2023 Spanyol adalah tim yang paling lama menguasai bola dengan proporsi dan tingkat efektivitas tertinggi. Pola 4-3-3 yang dipasangnya membuat Spanyol bisa menerapkan filosofi itu dengan lebih mudah lagi.

Sebaliknya, sepak bola Jerman didasarkan kepada etos kerja dan efisiensi. Pemain-pemain mereka mungkin tak begitu terampil menguasai bola, namun secara teknis sangat kuat.

Jerman bermain lebih pragmatis dengan menunggu lawan melakukan kesalahan. Dua bek sayapnya acap menjadi tumpuan, baik sebagai dirigen serangan, maupun kala membantu membentuk pertahanan yang solid.

Filosofi sepak bola itu terlihat sepanjang tim muda Jerman beraksi dalam Piala Dunia U-17 edisi 2023 di Indonesia.

Dari empat pertandingan terdahulu, Jerman mengambil pendekatan pragmatis, yang sepertinya disesuaikan dengan karakter dan jenis permainan lawan.

Jika tim lawan memiliki catatan berorientasi menekan, maka Jerman memasang unit yang menguatkan lini belakang dalam formasi lima gelandang lewat pola 4-5-1, seperti saat menghadapi Meksiko pada fase grup dan Amerika Serikat pada 16 besar.

Pragmatisme itu malah membuat Jerman tampil mengesankan, dengan empat kali menang dari empat pertandingan setelah memasukkan 12 gol dan kemasukan 4 gol.