
Selepas Asian Games, Eko Yuli dan Ricko bersaing untuk Paris 2024
Senin, 2 Oktober 2023 08:51 WIB

Eko memutus tradisi merebut medali multicabang terbesar di Asia itu menyusul kurangnya persiapan di kelas 67kg putra di mana ia gagal mengeksekusi tiga angkatan clean & jerk dan hanya membukukan 145kg dari angkatan snatch pada perlombaan yang berlangsung di Xiaoshan Sports Centre Gymnasium.
Sebelumnya ia mendapat emas di Jakarta-Palembang 2018, perunggu di Incheon 2014, dan perunggu di Guangzhou 2010, ketiganya ia raih di kelas 62kg.
"Ke depannya pasti persiapan untuk Olimpiade. Mudah-mudahan hasilnya lebih baik di Olimpiade nanti," kata Eko.
"Memang persiapannya belum maksimal untuk di kelas ini. Ada sesuatu lah yang pasti kenapa saya di kelas 67kg, nanti biar pelatih yang bicara," kata Eko yang biasa turun di kelas yang lebih rendah 61kg tersebut.
Lebih dini di arena yang sama, Ricko mendapati kulit telapak tangannya sobek dan terbuka saat pemanasan sehingga menghalanginya tampil maksimal di kelas 61kg.
Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
