Rupiah lemah karena data "consumer spending AS cukup baik

id Rupiah,Consumer Spening,Dolar,Dolar AS,PCE,berita sumsel, berita palembang

Rupiah lemah karena data "consumer spending AS cukup baik

Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Selasa (3/1/2023). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc/pri.)

“Kami perkirakan inflasi akan sedikit mengalami kenaikan di bulan Agustus 2023 dibanding Juli 2023. Kami perkirakan naik menjadi 3,37 persen year on year (YoY),” ungkap Rully.

Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena data PCE AS terangkat kembali terhadap data yang lemah awal pekan ini.

Menurut Departemen Perdagangan AS, belanja konsumen yang menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi AS meningkat 0,8 persen bulan Juli 2023, sehingga mencapai tingkat tertinggi dalam setengah tahun terakhir.

Indeks PCE menunjukkan bahwa harga meningkat 0,2 persen secara bulanan dan 3,3 persen secara tahunan. Indeks PCE inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, menunjukkan harga meningkat 0,2 persen dari bulan sebelumnya dan 4,2 persen untuk 12 bulan yang berakhir pada Juli. Hal ini sesuai dengan ekspektasi para ekonom.

Selain itu, jumlah orang AS yang mengajukan tunjangan pengangguran turun 4 ribu menjadi 228 ribu pada pekan yang berakhir 26 Agustus 2023. Rata-rata pergerakan klaim dalam empat minggu meningkat sebesar 250 menjadi 237.500.