MUI kembali dapat sertifikat ISO dari badan sertifikasi internasional

id sertifikat ISO MUI,sertifikasi ISO,majelis ulama indonesia

MUI kembali dapat sertifikat ISO dari badan sertifikasi internasional

CEO WQA UK Limited Daniel Raymond menyerahkan Sertifikat ISO 9001:2015 kepada Ketua Umum MUI Miftachul Akhyar. (ANTARA/HO-MUI)

Jakarta (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali mendapat Sertifikat ISO 9001:2015 dari badan sertifikasi internasional Worldwide Quality Assurance (WQA) UK Limited, menunjukkan bahwa pengelolaan organisasi ulama itu dinilai profesional, transparan, dan akuntabel.

MUI memperoleh sertifikat ISO 9001:2015, sertifikat manajemen mutu berdasarkan standar organisasi standardisasi internasional (The International Organization for Standarization/ISO), sejak 2018 dan setelah itu setiap tahun diaudit oleh WQA.

"Kami juga sangat bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada WQA sebagai lembaga sertifikasi ISO bagi MUI. Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk memberikan pelayanan kepada MUI," kata Chief Executive Officer WQA UK Limited Daniel Raymond sebagaimana dikutip dalam siaran pers MUI di Jakarta, Selasa.

Daniel mengatakan bahwa WQA melakukan audit dan meninjau penerapan standar ISO di lingkungan MUI, termasuk komisi, badan, dan lembaga di bawah Dewan Pimpinan MUI. Menurut hasil audit eksternal tersebut, MUI memenuhi syarat memperoleh sertifikat ISO 9001:2015.

Bendahara Umum MUI Misbahul Ulum mengatakan bahwa setiap tahun Kantor Akuntan Publik (KAP) mengaudit laporan keuangan MUI dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaudit pemanfaatan bantuan pemerintah bagi MUI.

"Dari sisi keuangan, MUI juga menerapkan azas profesionalitas dan akuntabilitas dengan diauditnya MUI oleh KAP dan BPK secara periodik," kata dia.

Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan menjelaskan bahwa MUI punya visi mewujudkan kondisi kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan yang baik.

Misi MUI, ia melanjutkan, adalah menggerakkan kepemimpinan dan kelembagaan umat, melaksanakan dakwah Islam, amar ma’ruf nahi munkar, serta membangun persaudaraan antar umat Islam (ukhuwah Islamiyah), persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyah), dan persaudaraan antar manusia (ukhuwah basyariyah).

"Segenap pengurus MUI wajib menjalankan visi dan misi tersebut sebagai bentuk tanggung jawab sebagai umat beragama dalam bentuk memberikan pemahaman wasathiyatul Islam," kata dia.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2022