Pemkot Palembang bina warga kembangkan tempat daur ulang sampah

id daur ulang sampah,pembinaan daur ulang sampah, daur ulang sampah didorong untuk mengatasi maslaah penumpukan sampah, sam

Pemkot Palembang bina warga kembangkan  tempat daur ulang sampah

Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda. ANTARA/Yudi Abdullah/20

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan terus berupaya melakukan pembinaan kepada warga setempat yang tertarik melakukan daur ulang sampah menjadi berbagai barang dan bahan bakar minyak.

"Pembinaan tersebut dilakukan agar warga kota ini dapat mengolah atau melakukan daur ulang sampah lebih baik lagi untuk mengatasi masalah sampah yang volumenya setiap tahun terus mengalami peningkatan," kata Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda di Palembang, Rabu.

Untuk mendaur ulang sampah, pihaknya mendukung pertumbuhan tempat daur ulang sampah dari kegiatan rumah tangga dan aktivitas lainnya di kawasan permukiman penduduk.

Tempat pengolahan sampah terpadu berkonsep daur ulang (Reduce, Reuse, Recycling-3R) perlu diperbanyak sehingga dapat mengurangi penumpukan sampah sebelum dibawa ke tempat pembuangan akhir.

"Produksi sampah di kota Palembang volumenya terus bertambah, sekarang ini setiap harinya bisa mencapai 1.200 ton lebih," ujarnya.

Sampah tersebut sebagian besar adalah plastik yang memiliki potensi untuk didaur ulang memberikan nilai ekonomi bagi warga kota ini.

Warga di kawasan Kecamatan Kalidoni Palembang ada yang membuat terobosan melalui gerakan instalasi pengolahan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycling) dengan mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak menyerupai premium, solar dan minyak tanah.

Untuk mengolah sampah menjadi BBM dan beberapa produk yang memiliki nilai ekonomi, sekarang ini sudah ada 15 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu 3R (TPST 3R) yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Tempat pengolahan sampah tersebut akan didorong tumbuh lebih banyak lagi, sehingga paling tidak ada di seluruh wilayah 18 kecamatan, kata wawako.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar