Atasi flu babi di NTT, Menteri Pertanian bantu obat-obatan

id NTT,flu babi,menteri pertanian,atasi flu babi,flu serang ternak babi,menteri pertanian bantu atasi flu babi

Atasi flu babi di NTT, Menteri Pertanian bantu obat-obatan

Menteri Pertanian Syahril Yasin Limpo. ANTARA/ Benny Jahang.

Kupang (ANTARA) - Menteri Pertanian Syahril Yasin Limpo menyerahkan bantuan obat-obatan dan cairan disinfektan untuk mengatasi virus African Swine Fever (ASF) atau flu babi yang menyerang ternak babi di Nusa Tenggara Timur.

Bantuan itu diserahkan secara langsung Menteri Pertanian, Syahril Yasin Limpo kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat.di Kupang, Jumat.

Bantuan yang diberikan pemerintah pusat itu terdiri dari Alat Pelindung Diri (APD) 200 buah, cairan disinfektan 1.100 liter, alat semprot sebanyak 160 buah dan suplemen 7.375 kg.

Yasril Yasin Limpo mengatakan mengatasi pandemi flu babi yang sedang menimpa para peternak babi di Nusa Tenggara Timur dapat diatasi dengan mengisolasi ternak yang ada, sehingga virus ASF tidak terus menyebar ke ternak babi lainnya yang kondisinya masih sehat.

"Mengatasi serangan virus ASF kami tidak merekomendasikan untuk melakukan pemusnahan massal. Hanya dengan melakukan isolasi maka virus ASF ini bisa diatasi," kata Syahril Yasin Limpo.
 
Menteri Pertanian Syahril Yasin Limpo (kanan) menyerahkan secara simbolis bantuan obat-obatan untuk mengatasi serangan Virus African Swine Fever (ASF) atau flu babi kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (kiri) yang berlangsung di Kupang, Jumat (29/5/2020). ANTARA/ Benny Jahang.


Dia menjelaskan, kepala daerah di NTT yang daerahnya terjadi kasus serangan virus ASF perlu melakukan pengawasan secara ketat terhadap lalulintas ternak babi, sehingga virus ASF tidak menular ke ternak babi di wilayah lain.

"Mengisolasi secara ketat terhadap daerah tertentu maka serangan virus ASF yang menyerang ribuan ternak babi di NTT dapat diatasi dengan cepat," tegasnnya.

Menurut Mentan, bantuan vaksin tersebut diharapkan mampu mengendalikan serangan penyakit ASF yang sejauh ini telah menyerang 7.000 ekor ternak babi milik warga NTT.

Ia mengatakan ternak babi juga menjadi kekuatan ekonomi karena untuk kebutuhan ekspor.