LeBron James ingin buat ulang "Friday the 13th"

id Friday the 13th,FILM,bioskop,LeBron James

Psikopat Jason Vorhees yang merupakan ikon seri film "Psikopat Jason Vorhees yang merupakan ikon seri film "Friday the 13th". (www.youtube.com)

Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Pasca kesuksesan masif yang diraih "Halloween", seri film horor lainnya akan dibuatkan versi reboot-nya.

LeBron James dari SpringHill Entertainment dan Vertigo Entertainmenr, yang pernah memproduksi "It", sedang berunding untuk menjalin kemitraan dalam rangka menggarap kisah menyeramkan baru yang terjadi Camp Crystal Lake, demikian dilansir The Hollywood Reporter pada Senin (22/10) waktu setempat.

Meskipun ketertarikan intens dalam "Halloween" merupakan sebagian faktor yang mendorong rencana kerjasama penggarapan reboot "Friday the 13th", faktor lainnya adalah masalah legal yang baru saja diputuskan pada bulan lalu, dimana penulis naskah asli film tersebut, yakni Victor Miller mendapatkan hak untuk penggarapan naskahnya.

Sedangkan sutradara sekaligus produsernya yakni Sean Cunningham masih bisa mengajukan banding, dan salah satu komponen yang belum dipersengketakan adalah siapa yang memegang hak cipta atas karakter Jason Vorhess.

Jason Vorhess merupakan anak kecil yang tewas dalam film pertama, kemudian bangkit kembali menjadi psikopat bertopeng hoki yang tak bisa dihentikan dalam seri film yang dibintanginya.

Penyelesaian atau sengketa hukum atas hak film ini kemungkinan bisa muncul ke depannya. Upaya lainnya untuk menghindari hal ini adalaha keputusan hukum yang mengindikasikan bahwa Miller akan menguasai hak cipta di area produser Amerika Serikat, sedangkan Warner Bros., yang membuat film terakhir dari Jason bersama New Line akan memegang hak cipta di beberapa wilayah internasional.

Rencana reboot dari SpringHill dan Vertigo itu masih bersifat dini, dengan belum adanya penunjukkan penulis maupun sutradaranya.

"Friday the 13th" pertama yang rilis tahun 1980 mengisahkan sekelompok pembimbing di Camp Crystal Lake yang dibantai satu demi satu oleh pembunuh tak dikenal.

Sang pelaku kemudian diketahui bernama nyonya Vorhees, ibu yang berupaya membalaskan dendam atas kematian putranya Jason, yang tenggelam di kamp karena para pembimbingnya alpa tidak mengawasi anak tersebut.
 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar