Jendy Panggabean membanggakan sebagai penyandang difabel

id penyandang cacat, penyandang difapel, jandy panggabean, prestasi membanggakan, kiprah penyandang cacat, para games, atlet renang

Jendy Panggabean (ANTARA FOTO)

....Saya bersyukur, Tuhan memberikan banyak karunia kepada saya....
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Keterbatasan fisik terkadang membuat seseorang menyerah tapi tak sedikit pula menjadi pelecut untuk menantang dunia.

Adalah, Jendy Panggabean, atlet renang asal Sumatera Selatan telah membuktikan bahwa dirinya bisa meraih prestasi meski sejak usia 12 tahun hanya bertumpu pada satu kaki.

Pria kelahiran 6 Juni 1991 Sugih Waras, Muara Enim, Sumatera Selatan ini bukan hanya menorehkan prestasi di kancah nasional tapi sudah mendunia.

Belum lama ini ia diundang secara khusus oleh Presiden Joko Widodo ke Istana Negara pada 2 Oktober silam karena berhasil meraih lima medali emas dan mencetak empat rekor Asia pada ajang ASEAN Para Games 2017.

Lantaran kontribusinya itu pula, perolehan medali kontingen 'Merah Putih' yang tak lagi bisa dikejar oleh tuan rumah. Indonesia pun sukses meraih 126 medali emas, 75 medali perak, dan 50 medali perunggu pada ajang olahraga negara-negara ASEAN itu.

"Saya sangat bersyukur, Tuhan memberikan banyak karunia kepada saya," kata Jendy.

Menurutnya, kaum difabel tidak sepatutnya menyerah dengan keterbatasan karena sejatinya dibalik semua itu terdapat anugerah yang sangat besar.

"Mungkin jika saya sempurna seperti yang lain, saya tidak akan tembus kejuaraan level dunia," kata dia.

Jendy memulai menapak karirnya saat tampil di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XIV Riau 2012 dengan meraih 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu.

Tahun 2013 Para Games di Myanmar mendapatkan 2 emas dan 1 perak serta memecahkan rekor 50m gaya punggung.

Pada Para Games Singapore 2015, ia meraih 3 emas, 2 perak, dan 1 perunggu dan memecahkan rekor 100m gaya punggung dan 200m gaya ganti.

Kini, pria yang tercatat sebagai honorer di Dinas Pemuda dan Olahraga ini, tetap menancapkan mimpinya menembus ajang level dunia yakni di Asian Para Games tahun 2018.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Yusuf Wibowo mengatakan pemerintah daerah sangat menaruh perhatian kepada olahragawan difabel karena memiliki kans lebih besar berkiprah di kancah internasional.

"Seperti Jendy ini, benar-benar membanggakan daerah. Kami berharap bisa menjadi inspirasi buat banyak orang," ujar dia.

Apresiasi juga diberikan ke atlet disabilitas Sumsel yang berhasil meraih kemenangan pada Kejuaran Nasional (Kejurnas) multievent di Kota Bandung pada 25-30 November 2017.

Ketua Umum National Paralympic Commite (NPC) Sumsel Ryan Yohwari mengatakan kemenangan kontingen Sumsel mengantarkan para atlet memperoleh 13 tiket untuk turun memperkuat Merah Putih pada ajang multievent olahraga Asian Para Games 2018.

NPC Sumsel sejak lama fokus membina atlet difabel untuk mencapai prestasi di kancah nasional dan internasional.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar