Disperindag OKU antisipasi lonjakan harga sembako jelang Ramadhan

id Barang kebutuhan pokok, harga sembako, bulan suci Ramadhan, pedagang daging sapi, Disperindag OKU

Disperindag OKU antisipasi lonjakan harga sembako jelang Ramadhan

Pedagang daging sapi potong di Pasar Baru Baturaja, Rabu (4/2/2026). ANTARA/Edo Purmana

Baturaja (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dengan memonitor pasar.

"Biasanya momentum mendekati hari besar keagamaan sejumlah barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga," kata Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Disperindag OKU, Irfan Maradona di Baturaja, Kamis.

Dia mengatakan, kondisi ini sering dimanfaatkan oleh oknum pedagang untuk menimbun barang sehingga menyebabkan kelangkaan dan lonjakan harga sembako di pasaran.

Oleh sebab itu, pihaknya meningkatkan monitoring pasar dengan membentuk tim untuk memastikan harga kebutuhan pokok tidak melonjak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah.

Pengawasan tersebut menyasar pada lapak-lapak pedagang di pasar tradisional Baturaja, Kabupaten OKU meliputi Pasar Atas, Pasar Baru dan Pasar RS Sriwijaya.

Selain monitoring pasar, kata dia, pihaknya juga mengagendakan untuk menggelar kegiatan operasi pasar murah dengan menjual sejumlah barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

"Operasi pasar murah ini dijadwalkan digelar pada Jumat (6/2) dan 13 Februari 2026," katanya.

Sementara, berdasarkan pantauan di Pasar Baru Baturaja untuk harga daging sapi potong masih dijual pedagang kisaran Rp130.000 hingga Rp140.000/Kg.

"Untuk saat ini harga daging sapi masih pada harga Rp130.000/Kg, sedangkan, tulang sapi saya jual Rp90.000/Kg," ujar Nopri, pedagang daging sapi potong di Pasar Baru Baturaja secara terpisah menambahkan.

Menurutnya, mendekati bulan suci Ramadhan tahun ini biasanya harga daging sapi mengalami kenaikan yang dipicu oleh banyaknya permintaan pasar.

"Biasanya naik sekitar 10-15 persen mengikuti harga pasar," ujarnya.

Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.