Palembang (ANTARA) - Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Sumatera Selatan mengoptimalkan pengawasan terminal khusus dan dermaga-dermaga kecil
yang digunakan untuk angkutan komoditas hewan, ikan, tumbuhan dan produk turunannya.
"Optimalisasi pengawasan itu perlu dilakukan agar lalu lintas komoditas hewan, ikan, tumbuhan dan produk turunannya yang masuk dan keluar wilayah provinsi ini dipastikan bebas dari hama penyakit," kata Kepala BKHIT Sumsel, Sri Endah Ekandari di Palembang, Senin.
Untuk mengoptimalkan pengawasan terminal khusus dan dermaga-dermaga kecil di sepanjang daerah aliran Sungai Musi, menurut Endah, pihaknya bersinergi dengan Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Palembang.
Dengan bersinergi, jalur distribusi dan pelaporan komoditas yang ke luar dan masuk wilayah provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu lebih akurat dan termonitor dengan baik.
"Lalu lintas komoditas hewan, ikan, tumbuhan dan produk turunannya tidak bisa bebas dari proses karantina, sehingga perlu perhatian khusus dalam aspek karantina," ujar Endah.
Sementara Kepala KSOP Kelas I Palembang, Laksamana Pertama TNI Idham Faca menjelaskan bahwa pihaknya siap mendukung BKHIT Sumsel melakukan pengawasan terminal khusus dan dermaga-dermaga kecil angkutan komoditas hewan, ikan, tumbuhan dan produk turunannya.
"Terminal khusus dan dermaga-dermaga kecil yang ada di sepanjang Sungai Musi di wilayah Sumsel berada di bawah layanan KSOP Kelas I Palembang," ujarnya.
Menurut dia, terminal khusus dan dermaga-dermaga kecil yang digunakan untuk angkutan komoditas hewan, ikan, tumbuhan dan produk turunannya akan diperhatikan bersama dalam aspek karantina.
Dengan koordinasi dan sinergisitas antara KSOP Palembang dengan BKHIT Sumsel, diharapkan pengawasan hewan, ikan, tumbuhan dan produk turunannya yang dilalulintaskan ke wilayah provinsi ini dipastikan melalui proses karantina sesuai ketentuan, jelas Idham Faca.
Balai Karantina Sumsel optimalkan pengawasan dermaga angkut hewan dan tumbuhan
Dermaga Pelabuhan Boom Baru di perairan Sungai Musi Palembang. ANTARA/Yudi Abdullah
