Logo Header Antaranews Sumsel

Sumsel siapkan program peremajaan tanaman kopi

Senin, 23 Juni 2025 19:58 WIB
Image Print
Arsip - Petani kopi menunjukan buah biji kopi hasil panen. (ANTARA/HO/22)

Selain itu, pihaknya juga menggalakkan program sambung pucuk dengan cara menggabungkan dua jenis tanaman kopi robusta, yang jenis kopi lokal sebagai batang bawah (karena perakarannya kuat sehingga tidak mudah roboh) dengan entres dari jenis atau klon kopi unggul sebagai batang atas yang produksinya tinggi.

Setelah tumbuh beberapa tunas baru pada batang yang sudah dipotong tadi. Baru dilakukan sambung pucuk dengan entres dari jenis klon unggul.Langkah selanjutnya tinggal perawatan atau pemeliharaan tanaman tadi, seperti memupuk, pencegahan hama dan penyakit, pemberian pohon naungan dan lain-lain sampai tanaman tadi berbuah.

"Dari hasil sambungan tadi dengan perawatan yang optimal, hasil produksi kopi bisa meningkat sampai 3-4 kali lipat," ujarnya.

Havizman mengimbau para petani untuk tidak melakukan petik pelangi (mencampurkan buah kopi matang dan belum matang) dan juga menjemur biji kopi di jalanan, sebab hal itu membuat harga jualnya lebih rendah.

Disbun Sumsel mencatat pada tahun 2023, luasan lahan kopi di Sumsel seluas 266.743 hektare, sedangkan volume produksinya mencapai 206,686 ribu ton.



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026