Segalanya untuk cinta "Suzzanna Malam Jumat Kliwon"

id Film,Suzzanna Malam Jumat Kliwon,Horor

Segalanya untuk cinta "Suzzanna Malam Jumat Kliwon"

Cuplikan adegan dalam film "Suzzanna Malam Jumat Kliwon." (ANTARA/HO/Dokumentasi Soraya Introducine Films)


Suzzanna yang sudah menikah dan masih menyimpan rasa pada Surya sekilas seperti sebuah pengkhianatan terhadap suaminya. Namun, pernikahan paksa yang terjadi pada Suzzanna cukup membuat penonton memaklumi sikap Suzzanna.

Suzzanna pun tidak pernah melewati batas, meskipun dirinya masih mencintai Surya. Ia juga digambarkan sebagai seorang istri yang patuh dan berusaha menjadi ibu yang baik di masa kehamilannya.
Cuplikan adegan dalam film "Suzzanna Malam Jumat Kliwon." (ANTARA/HO/Dokumentasi Soraya Introducine Films)


Bahkan, saat dirinya sudah bukan manusia lagi, hal pertama yang dilakukan Suzzanna adalah mencari sang anak dan memastikan keselamatannya. Bayi yang tidak pernah dilihatnya itu pun tidak menyurutkan kasih sayang Suzzanna sebagai ibu terhadap anaknya.

Menariknya, tidak hanya besarnya cinta seorang ibu yang diperlihatkan dalam film “Suzzanna Malam Jumat Kliwon,” melainkan juga cinta sejati yang masih ada di dunia ini. Melihat banyaknya masalah percintaan di era saat ini, kisah cinta Suzzanna dan Surya patut dijadikan refleksi bahwa cinta sejati itu masih ada, meskipun maut telah memisahkan.

Perjanjian Surya dengan iblis di dalam film tersebut sempat mengundang tanya para penonton karena ketidaklazimannya. Di sini, Surya memang terkesan gila dan sulit diterima akal sehat, pada akhirnya penonton akan mengerti perbuatannya tersebut hanya dilakukan atas dasar cinta.

Tidak sampai di situ, Surya pun bersedia membantu Suzzanna untuk menolong sang anak yang masih berada di rumah Raden Aryo. Padahal, jika dipikir kembali, Surya tidak perlu membantunya karena sang anak bukan darah dagingnys.

Namun, Surya bersedia dan tidak memikirkan masalah itu. Pada akhir cerita pun penonton akan dibuat takjub dengan sikap Surya yang memang mencintai Suzzanna sebagai cinta terakhirnya.

Balutan komedi pelepas tawa

Tidak hanya horor mencekam khas Suzzanna, film tersebut juga menyajikan adegan-adegan komedi yang siap mengocok perut. Hadirnya duo Hansip Japra (Adi Bing Slamet) dan Rojali (Opie Kumis) menambah kelucuan di beberapa adegan film.

Penonton pun dapat rileks sejenak saat adegan komedi di dalam film muncul di tengah adegan horor yang cukup menegangkan. Tidak hanya kelucuan dari duo hansip tersebut, tetapi adegan komedi juga muncul di sela-sela percakapan antara Suzzanna dan beberapa orang setelah dirinya berubah menjadi hantu.
Selain itu, adegan ikonik makan banyak ala sundel bolong Suzzanna pun turut hadir dalam film “Suzzanna Malam Jumat Kliwon.” Uniknya, adegan  Suzzanna makan banyak sate di film lawasnya, di film ini adegan tersebut diubah menjadi makan bakso.

Setelah Suzzanna bangkit dari kematiannya, ia pun pergi ke desa untuk mencari anaknya. Di tengah pencariannya, muncul tukang bakso (Ence Bagus) yang berusaha menghindari Suzzanna.

Namun, Suzzanna yang jeli itu pun memberhentikan si tukang bakso dan memesan porsi bakso dalam jumlah tidak wajar. Di sini, sekali lagu sutradara berhasil membuat adegan pengocok perut dan bisa dikatakan sebagai adegan terbaik dari film tersebut.

Sentuhan budaya khas Nusantara

Dengan latar tempat di Jawa Timur, film “Suzzanna Malam Jumat Kliwon” menghadirkan sentuhan budaya lokal yang menarik. Jawa Timur memang sudah banyak diangkat di sejumlah film, tetapi film tersebut cukup serius memperkuat budaya Jawa Timur di dalam beberapa adegannya.

Misalnya saja dengan syukuran panen. Di adegan tersebut, terlihat beberapa penari menarikan tarian khas Jawa Timur yang menandakan dimulainya musim panen.
Dahulu, masyarakat pedesaan di berbagai wilayah Indonesia, Jawa Timur salah satunya, cukup sering mengadakan syukuran dan pesta untuk menyambut musim panen. Hingga kini pun masih banyak masyarakat perdesaan yang melakukan hal serupa sebagai bentuk ucapan syukur dan meminta keberkahan atas panen mereka.

Di bagian pembukaan film pun terlihat bentuk budaya lainnya saat Surya melakukan tanding dengan tangan kosong bersama seorang pria lainnya di atas lumpur. Di sebagian daerah di Indonesia, pertandingan dengan tangan kosong di atas lumpur juga dilakukan sebagai bentuk pertandingan dan simbolisasi dari kejantanan seorang pria.

Tidak hanya itu, pelafalan percakapan dalam bahasa Betawi juga dihadirkan dalam film tersebut. Meskipun berlatar di Jawa Timur, kehadiran duo hansip sebagai penutur bahasa Betawi turut menyemarakkan sentuhan budaya di dalam film tersebut.

Opie Kumis dan Adi Bing Slamet merupakan seniman Indonesia yang memiliki ciri khas bertutur dengan bahasa Betawi. Boleh jadi pemilihan keduanya sebagai penutur bahasa Betawi bukanlah suatu kesengajaan, tetapi hal tersebut justru menambah keunikan film “Suzzanna Malam Jumat Kliwon” karena perpaduan budaya di dalamnya.

Sementara itu, film “Suzzanna Malam Jumat Kliwon” disutradarai oleh Guntur Soeharjanto dan diproduseri oleh Sunil Soraya. Film tersebut dibintangi oleh sederet aktor dan aktris populer, antara lain Luna Maya, Achmad Megantara, Tyo Pakusadewo, Selly Marcelina, Taskya Namya, Adi Bing Slamet, Opie Kumis, dan Clift Sangra.

Film “Suzzanna Malam Jumat Kliwon” yang memiliki durasi sekitar 132 menit tersebut dapat disaksikan di bioskop seluruh Indonesia mulai 3 Agustus 2023.